BREAKING NEWS
 

Tinjau Bantaran Ciliwung, Pramono Pastikan Normalisasi Bakal Dilanjutkan

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Kamis, 29 Januari 2026 10:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau bantaran Kali Ciliwung, di Jakarta Timur, yang menjadi langganan banjir, pada Kamis (29/1/2026). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau bantaran Kali Ciliwung, di Jakarta Timur, yang menjadi langganan banjir, pada Kamis (29/1/2026). Tiba di lokasi pukul 08.30 WIB, Pramono mengenakan kemeja hitam dan topi dinas dan disambut jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan aparatur wilayah setempat.

Dalam kunjungan tersebut, terlihat papan pengumuman resmi dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta telah terpasang di dinding rumah warga. Papan tersebut menyatakan bahwa "TANAH / BANGUNAN INI TELAH DIBEBASKAN OLEH DINAS SUMBER DAYA AIR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN DES - 2025)".

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi debit air Kali Ciliwung yang cukup tinggi berwarna kecokelatan dan beberapa pepohonan di pinggir sungai tampak terendam. Di lokasi, ada tiga rumah yang berdiri hingga tengah area sungai. Bangunan itu terbuat dari triplek dan disangga kayu.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan bahwa proyek normalisasi Kali Ciliwung kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti sejak 2017. 

“Ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Normalisasi Sungai Ciliwung ini sempat terhenti dari tahun 2017 dan kita lanjutkan kembali,” ucap Pramono saat meninjau pembebasan lahan normalisasi Ciliwung di wilayah Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026). 

Baca juga : Pramono Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung Akhir 2027

Pramono mengungkapkan, aktivitas sungai di Jakarta terkonsentrasi di kawasan Sungai Ciliwung. Oleh karena itu, normalisasi sungai ini dinilai menjadi langkah penting dalam pengendalian banjir.

“Hampir 40 persen, aktivitas sungai yang ada di Jakarta adalah di tempat ini,” ucap Pramono.

Ia menjelaskan, proyek normalisasi Kali Ciliwung dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono dengan panjang sekitar 7 kilometer. Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer.

Sementara itu, segmen kedua normalisasi Kali Ciliwung mencakup ruas dari MT Haryono hingga TB Simatupang dengan panjang hampir 13 kilometer. Di segmen ini, pembangunan tanggul direncanakan lebih panjang dibanding segmen pertama.

Adsense

“Yang berikutnya adalah segmen kedua, dari MT Haryono sampai TB Simatupang, 12,89 kilometer,” ujar Pramono.

Baca juga : Alasan Gema Bangsa Dukung Prabowo, Berani Dan Diyakini Bawa Indonesia Mandiri

“Segmen ini direncanakan pembuatan tanggulnya 18,7 kilometer. Dan realisasinya sekarang ini kurang lebih 8,9 kilometer,” tambahnya.

Secara keseluruhan, total panjang tanggul yang direncanakan di sepanjang Sungai Ciliwung mencapai lebih dari 33 kilometer. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya telah berhasil diturap.

“Sehingga total secara keseluruhan ada 33,69 kilometer di ruas Ciliwung ini, realisasi yang sudah diturap 17,14 kilometer,” ungkap Pramono.

Pramono menegaskan bahwa proses normalisasi dan pembebasan lahan dilakukan dengan pendekatan yang tenang dan minim konflik. Ia menginginkan proyek strategis ini berjalan tanpa polemik di tengah masyarakat.

“Karena memang saya menginginkan normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan tidak ribut-ribut,” katanya.

Baca juga : Pramono Tegaskan Pengerukan Sungai di Jakarta Dilakukan Terus-Menerus

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk BPN, Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan pemerintah kota setempat.

Nantinya, rumah warga yang dibongkar akan diganti untung. Warga juga dapat memilih menempati rumah susun yang disediakan Pemprov DKI, dengan persyaratan tertentu.

Ia memastikan seluruh proses pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tanpa melibatkan pihak ketiga, guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Jakarta, Erry Juliani Pasoreh, menyampaikan, proses pembebasan lahan di wilayah Cawang dan Cililitan hampir selesai. 

“Kerja sama antara wali kota, camat, lurah, Dinas SDA, serta tim P2T berjalan baik, sehingga proses ini terlaksana tanpa gejolak,” kata Erry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense