RM.id Rakyat Merdeka - Stasiun Jatake telah beroperasi selama dua pekan. Meski masih sepi, pengoperasian stasiun ini memberikan harapan baru untuk kemajuan ekonomi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebab, akan segera dibangun perumahan dan pusat perbelanjaan di dekat stasiun tersebut.
Dua pekan setelah diresmikan, Stasiun Jatake masih sepi penumpang. Hanya satu-dua orang yang naik turun kereta di sejumlah perjalanan.
Laju kereta rel listrik (KRL) perlahan melambat, hingga akhirnya berhenti, tepat di depan sebuah gedung baru yang salah satu sisi dindingnya bertuliskan: Stasiun Jatake, KAI dan bergambar logo Kementerian Perhubungan.
Baca juga : Inter Milan Vs Juventus, Derby Tanpa Kasih Sayang
Tapi, cuma satu-dua orang yang menanti KRL tiba di stasiun ini, untuk menuju Tanah Abang (Jakarta Pusat) atau Rangkasbitung (Banten). Bahkan, kadang tidak ada penumpang sama sekali yang naik atau turun di stasiun ini.
Begitu cerita videografer Rakyat Merdeka mengenai suasana sehari-hari stasiun baru yang terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten ini.
Suasana seperti itu, juga tampak dalam video laporan videografer RM pada Kamis (12/2/2026), sekitar pukul 22.05 WIB. Ketika itu, hanya terlihat dua penumpang yang naik KRL menuju Rangkasbitung dari Stasiun Jatake.
Baca juga : WSK Euro Series 2026, Qarrar Firhand Rajai Sirkuit Viterbo Italia
Sekitar satu menit kemudian, tampak seseorang tergesa-gesa melangkah ke arah kereta yang berhenti sekitar lima menit di Stasiun Jatake. Lalu, kereta melaju kembali dari stasiun baru ini.
Stasiun baru ini, diresmikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Gubernur Banten Andra Soni pada 28 Januari 2026.
Tanda tangan Dudy dan Andra terdokumentasikan dalam prasasti (batu) berkelir hitam mengkilap, sebagai tanda bahwa stasiun yang tampak modern ini, sudah diresmikan dan mulai beroperasi. Prasasti itu ada di bagian dalam Stasiun Jatake.
Baca juga : Hadapi Pemilu 2029, Bahlil Pilih Nyaleg dari Dapil Papua
Stasiun Jatake terdiri dari tiga lantai. Bagian dalam semua lantai itu, dominan berwarna putih terang atau cerah, dilengkapi tangga jalan dan tangga biasa.
Lantai atas untuk penumpang naik-turun kereta. Ada pula teras yang cocok untuk cafe, atau tempat ngopi sembari memandang ke arah belakang stasiun.
Di lantai tengah ada toko-toko. Sedangkan lantai bawah, merupakan pintu keluar-masuk stasiun dari tempat parkir mobil dan motor. Toko-toko pun ada di lantai bawah ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.