Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Presiden Pimpin Ratas Di Istana, Kampung Nelayan & Masalah Sampah Dibahas Serius
Jumat, 13 Februari 2026 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan kampung nelayan dan penuntasan masalah sampah menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Kamis (12/2/2026), Prabowo memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas agenda tersebut.
Hadir antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria. Para pejabat yang diundang hadir secara bergantian sejak pukul 14.00 WIB.
Sebelum memasuki ruang rapat, Brian mengaku belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas. Namun, ia menduga rapat tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan penanganan sampah mikro sehari sebelumnya.
“Saya belum tahu, nanti mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin,” kata Brian kepada wartawan.
Ia menyebut ada tujuh pejabat yang dipanggil mengikuti rapat tersebut. “Katanya ada tujuh orang yang diundang,” ujarnya.
Brian memaparkan, sejumlah perguruan tinggi telah mulai menerapkan sistem pengolahan sampah skala mikro. Program ini menjadi bagian dari target pemerintah agar sampah bisa dikelola tuntas di lingkungan kampus.
Baca juga : Besok, Presiden Ungkap Fakta Kondisi Ekonomi
“Sudah banyak. UGM sudah, Undip sudah, ITB baru akan mulai. Mungkin ada sekitar 20 kampus yang sudah menerapkan. Tahun ini kita dorong agar sampah di kampus selesai di kampus,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan 100 perguruan tinggi menjalankan program pengelolaan sampah mandiri sepanjang 2026. “Kita harapkan 100 kampus tahun ini buat program sampah di kampus selesai di kampus,” ujar Brian sambil berlalu memasuki ruang rapat.
Rapat berlangsung hampir tiga jam. Seusai pertemuan, Brian mengungkapkan pembahasan lebih banyak menyoroti program di sektor kelautan dan perikanan. Menteri Trenggono disebut paling banyak memaparkan rencana pengembangan.
“Tadi kebetulan Pak Menteri KP yang banyak menyampaikan,” ujar Brian.
Menurutnya, kementeriannya diminta menyiapkan dukungan sumber daya manusia untuk menopang pengembangan industri perikanan yang akan diperluas pemerintah.
“KKP nanti akan banyak mengembangkan kampung nelayan, kemudian juga ada Jaladri. Karena nanti akan banyak dibuka industri-industri perikanan,” tegasnya.
Baca juga : Sudah Dilatih, 8.000 Tentara Siap Dikirim ke Gaza
Ia menegaskan pentingnya ketersediaan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan sektor tersebut. “Sesuai dengan kebutuhan yang akan dijalankan oleh Menteri KP,” jelas Brian.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Trenggono mengaku melaporkan perkembangan program Kampung Nelayan Merah Putih dalam rapat. Ia menyebut progres pembangunan tahap pertama telah mencapai sekitar 50 persen. “Mudah-mudahan bisa segera selesai,” harap Trenggono.
Pada tahap pertama, terdapat 65 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang tengah dibangun di berbagai daerah. Selain itu, pihaknya juga melaporkan pembangunan tambak sebagai bagian dari penguatan sektor hulu.
Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan dukungan perusahaan pelat merah melalui skema besar bernama Jaladri. Program ini difokuskan pada optimalisasi potensi laut dan peningkatan produktivitas industri perikanan.
“Desa nelayan ini dibangun, tetapi secara bisnis tentu harus kita siapkan off-taker-nya. Nanti akan ada industri perkapalan yang juga menjadi tanggung jawab kami,” terang Dony.
Menurutnya, konsolidasi galangan kapal di bawah PT PAL ditargetkan rampung pada semester pertama tahun ini. “Tahun ini saya pastikan selesai, mungkin semester satu sudah selesai,” tegasnya.
Baca juga : Lima Konglomerat Gotong Royong Untuk Indonesia Incorporated
Selain memperkuat sektor hulu, Jaladri juga akan mendorong pengembangan industri turunan perikanan di sisi hilir. Dony optimistis program ini membuka lapangan kerja baru secara signifikan.
“KKP membangun desanya, kami menyiapkan ekosistemnya. Ini integrasi komprehensif dalam pengelolaan laut dan pemberdayaan nelayan,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, Presiden telah menggelar rapat terbatas di Istana membahas soal teknologi pengolahan sampah skala mikro. Brian yang ikut dalam rapat mengatakan, Presiden meminta agar kementeriannya mempercepat teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dikembangkan beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Adapun teknologi tersebut sebagai pelengkap program Waste to Energy yang telah berjalan.
"Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," kata Brian, Rabu (11/2/2026).
Menurut Brian, sejumlah teknologi tersebut saat ini telah berjalan dan siap untuk dipercepat implementasinya melalui uji coba di berbagai daerah. Brian menuturkan pengembangan ini akan dilakukan secara terintegrasi dengan Danantara guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.
"Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih dan juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif," ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya