BREAKING NEWS
 

Pramono Serahkan 16.920 KJMU Tahap 2/2025, Dorong Penerima Bisa Lanjut S2–S3

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Kamis, 19 Februari 2026 12:35 WIB
Gubernur Pramono menyerahkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada ribuan mahasiswa dalam acara Forum Orientasi Penerima Baru KJMU Tahap 2 Tahun 2025 di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026). 

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada ribuan mahasiswa dalam acara Forum Orientasi Penerima Baru KJMU Tahap 2 Tahun 2025 di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026). 

"Tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk menerima yang namanya KJMU karena keterbatasan anggaran. Tahap dua ini dibagikan 16.920 siswa. 2.524 baru karena ada yang lulus dan sebagainya," jelas Pramono. 

Putus Rantai Ketidakberuntungan

Menurut Gubernur, pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia bahkan mendorong agar program KJMU tidak hanya terbatas pada jenjang sarjana (S1), tetapi juga bisa diperluas hingga pascasarjana. 

"Kenapa saya meyakini bahwa untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga itu pendidikan? Saya sudah sampaikan kepada Bu Nana (Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana) mari kita rancang bahwa KJMU ini tidak lagi hanya untuk S1," jelasnya. 

Baca juga : UPH Gelar Seminar Nasional 2026 Dorong Peran Keluarga Bagi Persatuan Bangsa

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mahasiswa berprestasi memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui dukungan program tersebut.

"Seperti yang saya sampaikan bahwa untuk KJMU sekarang ini kalau memang prestasi akademisnya bagus anak-anak bisa melanjutkan sampai dengan S2 dan S3," lanjutnya. 

Program Prioritas

Adsense

KJMU dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) disebut sebagai program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pemerintah berkomitmen menjaga jumlah dan kualitas penerima agar tidak mengalami penurunan.

"Sehingga dengan demikian untuk KJMU maupun KJP dari segi kuantitas, kualitas, dan sebagainya saya berulang kali menyampaikan enggak boleh ada penurunan," ujarnya. 

Baca juga : Grab Operasikan 1.000 Model AI Dongkrak Kinerja Bisnis

Ia juga menyinggung kebijakan pemutihan ijazah sebagai bagian dari upaya mendukung akses pendidikan bagi warga kurang mampu.

"Dan alhamdulillah kita konsisten dengan kebijakan itu termasuk pemutian ijazah yang kita lakukan itu menjadi hal yang diutamakan," tutup Pramono. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan 16.920 penerima KJMU tahap 2 Tahun 2025 tersebar di 97 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan 17 perguruan tinggi swasta di wilayah DKI Jakarta.

Nahdiana mengatakan forum orientasi ini tidak hanya memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, tetapi juga memperkuat pembinaan dan pendampingan kepada mahasiswa.

Baca juga : Prabowo Tekankan Bonus Atlet SEA Games 2025 untuk Masa Depan

"Forum ini menjadi wadah komunikasi, penguatan jejaring, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa penerima KJMU," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense