Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Serahkan 1.238 Ijazah Tertahan, Pramono: Ini Pertolongan Nyata Pemerintah
Jumat, 3 Oktober 2025 16:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan 1.238 ijazah tertahan kepada para lulusan sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Jakarta. Program ini untuk membantu warga dengan keterbatasan ekonomi bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau kebutuhan mencari pekerjaan.
Berdasarkan pantauan RM.id di lokasi pada Jumat pagi (3/10/2025), pukul 08.37 WIB, ratusan peserta sudah memadati area penyerahan bantuan pemutihan ijazah tahap IV Gelombang kedua tahun 2025. Ada yang baru lulus di tahun 2023, hingga ibu-ibu yang datang mewakili anaknya.
Para peserta tampak duduk rapih dan berbaris menggunakan pakaian batik sambil membawa map berisi ijazah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir pada pukul 08.40 WIB untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menyalurkan bantuan pemutihan ijazah sebagai bentuk dukungan kepada warga yang kesulitan menebus ijazah karena keterbatasan ekonomi.
Baca juga : Perbaiki Tata Niaga Impor Baja, Perlu Komitmen dan Langkah Serius Pemerintah
"Hari ini saya bersyukur, bahagia sekali bisa menyerahkan pemutihan ijazah sejumlah 1.238 yang kurang lebih kalau diuangkan Rp 4,1 miliar lebih," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Sekolah Strada Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/10/2025).
Pramono menyebut bahwa program pendidikan menjadi prioritas dalam pemerintahannya. Dia bahkan secara pribadi mengawasi langsung beberapa program strategis seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
"Ini adalah program yang betul-betul saya awasi secara langsung oleh saya sendiri. Maka saya hafal, berapa yang dibagikan, berapa yang masih terhambat, apa yang menjadi persoalannya," kata Pramono.
Gubernur Pramono juga memastikan bahwa program pemutihan ijazah tidak akan berhenti di sini. Jika tahun depan masih ada warga yang membutuhkan, Pemprov siap kembali bekerja sama dengan Baznas Bazis.
Baca juga : BGN Pastikan Biaya Korban Keracunan Program MBG Ditanggung Pemerintah
Salah satu penerima bantuan, Ibu Leni, berusia 50 tahun, akhirnya bisa mengambil ijazah Paket B setara SMP yang dia raih pada tahun 2023, namun baru bisa diambil sekarang karena kendala biaya.
"Karena keuangannya lagi sulit waktu itu, Saya kan paket, jadi bayar 2 juta setengah," ujar Leni saat ditemui di lokasi yang sama.
Meski awalnya enggan ikut pendidikan paket, namun Ibu Leni akhirnya mengambil keputusan itu karena mempertimbangkan masa depan.
Dia mulai mengambil Paket B sekitar tahun 2021, dan kini sedang melanjutkan kejar Paket C setara SMA. Dengan adanya pemutihan ini, Ibu Leni merasa sangat bersyukur dan menganggap program ini sebagai bentuk pertolongan nyata dari pemerintah.
Baca juga : Pertagas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Berkelanjutan
"Terbantu gitu orang-orang yang nggak bisa nebus. Jadi dibantu dari pemutihan ini gitu. Alhamdulillah jadi mereka-mereka bisa punya ijazah dan bisa dipergunakan," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan laporan langsung dalam acara penyerahan bantuan tersebut. Bantuan pemutihan ijazah tahap keempat gelombang kedua ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga PKBM.
Dengan penyaluran tahap keempat ini, total program pemutihan ijazah sejak tahap pertama hingga keempat telah menjangkau 3.297 peserta didik dengan nilai bantuan sebesar Rp12.088.614.021.
Berikut rincian penerima bantuan tahap IV gelombang kedua tahun 2025:
* SD: 45 peserta
* SMP: 266 peserta
* SMA: 147 peserta
* SMK: 759 peserta
* PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat): 21 peserta
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya