BREAKING NEWS
 

Pemprov DKI Kerahkan 100 Petugas Jaga Trotoar dan Bahu Jalan Dari PKL

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Kamis, 26 Februari 2026 21:50 WIB
Kesemrawutan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan melewati batas kios dan menggunakan trotoar serta bahu jalan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan bahwa penertiban dilakukan secara langsung oleh jajaran pemerintah kota. 

“Oh, gua bongkar-bongkar kemarin yang di atas trotoar,” ujar Arifin di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026). 

Pengawasan Diperketat

Arifin menjelaskan, pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah pedagang kembali berjualan di area terlarang. Menurut dia, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) telah ditempatkan secara khusus di titik-titik rawan pelanggaran.

“Ya memang seperti di beberapa tempat gitu, memang terkadang kalau pengawasan agak kurang, ya coba-coba kayak gitu [pedagang kembali lagi]. Kita sih pengennya semua ikut peran tanggung jawablah,” kata Arifin.

Baca juga : Pemprov DKI Bakal Tertibkan 397 Lapangan di Jakarta

Ia menambahkan, penataan kawasan bertujuan menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.

“Karena kan gini, kalau kawasan Tanah Abang rapi, teratur, tertib, kan yang datang juga akan banyak kan gitu. Yang datang ke situ kan senang, nyaman gitu,” ujarnya.

Arifin juga mengingatkan bahwa kondisi semrawut justru akan merugikan pedagang sendiri dalam jangka panjang.

“Tapi kalau kumuh, kotor, ya kan, buat jalan juga susah dan sebagainya itu, ya orang juga akan malas entar datang lagi ke Tanah Abang gitu loh," tuturnya.

100 Personel Gabungan

Adsense

Terkait jumlah personel, Arifin menyebutkan bahwa sekitar 100 petugas gabungan dikerahkan setiap hari, terdiri dari Dishub, Satpol PP, serta didukung petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Baca juga : Pengamat: Kenaikan Harga Pangan Saat Ramadan Masih Wajar

“Kalau kemarin Dishub kita tempatkan ada 40-an orang. Kalau Satpol PP antara 50 sampai 70. Bergantian,” katanya.

Menurut Arifin, intensitas pembersihan di kawasan tersebut harus lebih sering dibanding wilayah lain karena tingginya aktivitas perdagangan.

Pengawasan dilakukan terutama pada jam operasional pasar, yakni mulai pukul 10.00 hingga sekitar pukul 16.00–17.00 WIB. Di luar jam tersebut, kawasan relatif sepi.

Saat ditanya apakah ada petugas yang berjaga, Arifin memastikan pengawasan tetap dilakukan. “Ada, ada,” katanya singkat.

Lonjakan Aktivitas

Arifin mengakui bahwa selama Ramadan terjadi peningkatan aktivitas perdagangan di Tanah Abang. Kawasan ini masih menjadi pusat belanja favorit masyarakat, baik untuk kebutuhan pribadi maupun grosir menjelang Idul Fitri.

Baca juga : Satpol PP DKI Siagakan 1.900 Pasukan, Jaga Titik Rawan Tawuran Selama Ramadan

“Karena kita tahu bahwa memang Tanah Abang kan masih tetap jadi pusat pilihan orang untuk belanja memenuhi kebutuhan lebaran. Bukan cuma buat kebutuhan diri sendiri, keluarga, tapi juga ada kebutuhan untuk penjualan juga kan, grosiran, dijual lagi ke tempat-tempat yang lain. Jadi grosiran juga masih ramai,” ujarnya.

Ia memastikan jumlah personel pengawasan tidak berubah sejak awal Ramadan.

“Dari sejak awal Ramadan, sehari sebelum Ramadan, kita sudah tempatkan personel seperti yang tadi. Ada Dishub, Satpol PP, dan sebagainya,” kata Arifin.

Pengawasan intensif ini akan berlangsung hingga akhir Ramadan. Setelah Idul Fitri, jumlah personel akan disesuaikan dengan kondisi normal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense