BREAKING NEWS
 

Semoga Segera Terwujud, Pasar Kramat Jati Mau Kelola Sampah Mandiri

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Sabtu, 28 Februari 2026 06:25 WIB
Kondisi TPST Bantargebang berada dalam kondisi kritis. (Foto: Rizki Syahputra/rm.id)

 Sebelumnya 
Karena itu, menurut Nova, Komisi B ingin memastikan konsep dan sistem pengelolaan sampah benar-benar berjalan optimal. 

Terlebih, sebelumnya ada teguran dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI terkait persoalan sampah dan pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub). “Ini harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan,” tegas Nova. 

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya memaparkan rencana membangun fasilitas pengolahan sampah, termasuk insinerator atau mesin pembakaran bersuhu tinggi, serta sistem pengolahan sampah berbasis pupuk. Selain itu, ada pula rencana pengurangan retribusi dan penambahan armada pengangkut sampah. 

Baca juga : Leeds United Vs Manchester City, Sengit Di Elland Road

Namun, Nova mengingatkan, agar pembangunan insinerator tidak menimbulkan dampak negatif bagi pedagang maupun konsumen, mengingat lokasinya berada di tengah aktivitas pasar. 

Nova meminta Dinas LH DKI melakukan supervisi ketat terhadap kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), terutama terkait residu pembakaran dan potensi pencemaran. 

“Kita mengelola 200 ton sampah per hari di Pasar Induk Kramat Jati. Aspek lingkungan harus menjadi perhatian utama. Insinerator jangan sampai berdampak buruk kepada pedagang maupun konsumen di sekitarnya,” ingatnya. 

Baca juga : Jetlag, Alwi Farhan Susah Tidur

Nova menambahkan, Komisi B berkomitmen terus melakukan pengawasan, agar pengelolaan sampah pasar berjalan efektif, ramah lingkungan, dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar. 

Direktur Properti dan Perpasaran Pasar Jaya Raja Malem Tarigan menuturkan, selama ini pengangkutan sampah masih sepenuhnya bergantung pada armada Dinas LH. “Jika kondisi armada seperti itu terus berlangsung, penumpukan bisa kembali terjadi,” ujarnya. 

Sebagai langkah jangka panjang, Pasar Jaya menjalin kerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyiapkan sistem pengelolaan sampah mandiri yang ditargetkan berjalan pada 2027. 

Baca juga : Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, TNI Didukung Yordania

Menurut Raja, pengelolaan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati sangat relevan, karena komposisi sampahnya didominasi sampah organik. 

“Komposisi sampah kami, 90 sampai 95 persen organik. Jadi, sangat tepat jika dilakukan pengelolaan sampah mandiri,” pungkasnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense