RM.id Rakyat Merdeka - PT PAM Jaya (Perseroda) menyiapkan sejumlah inovasi teknologi untuk memperkuat layanan air bersih di Jakarta. Salah satunya, mengembangkan teknologi menangkap air dari atmosfer.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pengembangan teknologi menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan kebutuhan air bersih di Jakarta yang terus meningkat.
Karena itu, riset dan pengembangan harus terus dilakukan, agar pelayanan air bersih semakin optimal. “Perkembangan teknologi tidak bisa dihentikan. Karena itu, kita tidak boleh keluar dari riset dan pengembangan,” ujar Arief dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6, Menuju Jakarta Kota Global di Pressroom Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan adalah, alat penangkap kandungan air di udara dan mengolahnya menjadi air minum. Teknologi tersebut bekerja dengan memanfaatkan kandungan uap air yang terdapat di atmosfer.
Baca juga : Manchester United Vs Aston Villa, Momen Krusial Di Papan Atas
Teknologi Ini sudah digunakan di sejumlah negara yang mengalami keterbatasan sumber air, seperti di beberapa wilayah Afrika. “Udara kita kan sebagian mengandung air. Itu yang ditangkap, lalu diproses menjadi air minum,” jelas Arief.
Teknologi tersebut rencananya menjadi bagian dari fasilitas Water Hub atau Water Station yang akan ditempatkan di kawasan Jalan Sudirman–Thamrin.
Nantinya, masyarakat dapat mengakses air minum secara langsung dan gratis di fasilitas tersebut. “Sepanjang Sudirman–Thamrin, kalau sudah berizin, akan ada Water Station. Kami menyebutnya Water Hub,” kata Arief.
Dia menambahkan, fasilitas itu juga akan dilengkapi berbagai teknologi pengolahan air, termasuk water purifier dan teknologi penangkap air dari atmosfer. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap persiapan. “Mudah-mudahan pertengahan tahun ini bisa groundbreaking,” harapnya.
Baca juga : BNP Paribas Open, Sinner Bertemu Musuh Bebuyutan Di Semifinal
Selain instalasi permanen, PAM Jaya juga menyiapkan teknologi serupa dalam bentuk truk yang dapat digunakan saat kondisi darurat. “Nanti kami punya truk mobile atmosphere,” ucapnya.
Truk tersebut, menurut Arief, mampu menghasilkan air minum, dengan cara menangkap air dari atmosfer di lokasi bencana.
Selain menambah sumber air, PAM Jaya juga mengembangkan teknologi untuk menekan kebocoran jaringan pipa. Salah satunya, metode penambalan pipa dari dalam, menggunakan gel khusus, sehingga perbaikan dapat dilakukan tanpa membongkar jalan.
Arief menjelaskan, prosesnya dimulai dengan mengosongkan pipa, kemudian memasukkan gel yang akan menutup lubang kebocoran di dalam jaringan.
Baca juga : Jalani Program Diet, Purbaya Turun 9 Kg
Namun, teknologi tersebut hanya efektif untuk kebocoran berukuran kecil. Jika kerusakan terlalu besar, perbaikan tetap harus dilakukan dengan pembongkaran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.