Dark/Light Mode

Dipastikan Pemerintah

Alhamdulillah, Harga BBM Tidak Akan Naik

Sabtu, 14 Maret 2026 08:10 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM
Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada kabar baik bagi masyarakat di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Alhamdulilah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dalam konferensi pers pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Idul Fitri 2026, Kamis (12/3/2026).

Yuliot memastikan, harga BBM jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir kuartal I-2026. Pemerintah, kata dia, masih memantau pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang menjadi salah satu dasar dalam penentuan kebijakan harga BBM.

Yuliot menjelaskan, selama rata-rata harga ICP masih berada dalam rentang yang diperhitungkan pemerintah, maka tidak akan ada penyesuaian harga Pertalite. “Nah, begini. Kita sedang memantau harga rata-rata ICP. Sepanjang masih berada dalam kisaran rata-rata tersebut, tidak akan ada kenaikan,” kata Yuliot.

Ia mengatakan, keputusan terkait kemungkinan penyesuaian harga ke depan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia yang cenderung fluktuatif. Menurut Yuliot, harga minyak global dalam beberapa hari terakhir bergerak cukup tajam.

Harga sempat menyentuh sekitar 116 dolar AS per barel, kemudian turun hingga kisaran 80 dolar AS per barel, sebelum kembali naik mendekati 90 dolar AS per barel. Karena itu, pemerintah akan melihat pergerakan rata-rata harga kontrak minyak ke depan sebelum mengambil keputusan lanjutan.

Baca juga : Telepon MBS, Prabowo Serukan AS-Israel Vs Iran Hentikan Perang

Pembahasan tersebut nantinya akan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait. “Kontraknya sudah berjalan pada periode sebelumnya. Jadi kita akan melihat bagaimana kontrak ke depan, dan nanti dibahas bersama kementerian/lembaga,” ujar Yuliot.

Di tengah dinamika harga energi global, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya dengan mengurangi ketergantungan pada BBM berbasis fosil.

Yuliot mengatakan, pemerintah berencana mempercepat implementasi program campuran biodiesel yang lebih tinggi, seperti B40 hingga B50. Ia menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah diminta Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi keterbatasan pasokan energi.

“Jika terjadi kondisi keterbatasan, justru kita akan mempercepat implementasi B50,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengembangan bahan bakar berbasis etanol. Program tersebut telah diuji coba dengan campuran etanol sebesar 5 persen dan ke depan akan dimandatorikan secara bertahap sesuai ketersediaan bahan baku dalam negeri.

“Ke depan bisa menjadi mandatori 5 persen, 10 persen, bahkan pada 2028 kami merencanakan E20,” jelasnya.

Baca juga : Ditahan KPK, Yaqut Tutup Borgol Dengan Map

Terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan, stok BBM nasional berada dalam kondisi aman. Masyarakat diminta tidak khawatir, apalagi melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Bahlil menyebut ketersediaan BBM yang tersimpan di tangki penyimpanan nasional saat ini setara sekitar 23 hari kebutuhan. Namun, angka tersebut hanya menggambarkan stok yang berada di tangki pada satu waktu.

“Kemarin saya sudah sampaikan di beberapa media bahwa stok kita dalam kondisi aman, sekitar 23 hari. Tidak perlu ada panic buying. Yang dimaksud 23 hari itu adalah stok yang ada di tangki kita,” ujar Bahlil.

Ia meminta, masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan energi. Menurutnya, stok tersebut akan terus terisi karena produksi dan distribusi BBM berjalan setiap hari.

“Produksi terus berjalan dan pasokan juga terus masuk. Tolong teman-teman media juga menyampaikan informasi yang menenangkan,” imbuh Ketua Umum Partai Golkar itu.

Sementara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah masih mampu menahan dampak kenaikan harga minyak karena ruang fiskal dalam APBN masih memadai. “Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” ujar Purbaya.

Baca juga : Resmi Dilantik DPR, Ketua OJK Baru Beri Angin Segar Bagi Pasar

Menurutnya, pasokan minyak di dalam negeri juga masih berada dalam kondisi aman. Selain itu, rata-rata harga minyak dunia saat ini masih berada di bawah batas asumsi maksimal yang diperhitungkan dalam APBN.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai belum perlu mengambil keputusan penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat. “Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” katanya.

Meski demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan. Purbaya mengatakan, evaluasi akan dilakukan dalam kurun waktu sekitar satu bulan untuk melihat arah pergerakan harga sebelum menentukan langkah kebijakan berikutnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.