Sebelumnya
“Sekarang Rp 12 ribu”, tulisan itu terpampang jelas di tenda sebuah warung bubur ayam, di tepi jalan Dr Setiabudi, Pamulang. Sebelumnya, harga bubur ayam di warung ini Rp 10 ribu. Yang berarti, naik Rp 2 ribu per porsi pada pertengahan April 2026.
Sebagai informasi, Jalan Dr. Setiabudi di Pamulang Timur, adalah salah satu jalur utama yang menghubungkan Bundaran Pamulang dengan perempatan Gaplek ke arah perbatasan Kota Tangerang Selatan dengan Jakarta Selatan.
Di Jakarta, tak jauh dari Pamulang, Kota Tangerang Selatan, kenaikan harga berbagai barang kebutuhan pokok juga terjadi, seiring melambunganya harga plastik dan minyak dunia.
Dalam situasi ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, ketersediaan bahan pangan di Jakarta dalam kondisi aman, meskipun terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas akibat situasi global.
Baca juga : Mimpi Buruk Barca Berlanjut
Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI), menurut Pram, berupaya sekuat tenaga, dengan berbagai cara, agar kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, masih dalam batas wajar atau sesuai dengan kemampuan warga Jakarta.
Sebab, jelas Pram, Pemprov DKI melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pangan, punya kewenangan dan pengalaman mengendalikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Namun, lanjut Pram, Pemprov DKI tidak punya kewenangan dan tidak berpengalaman mengendalikan harga plastik yang berkaitan dengan harga bahan bakunya, minyak bumi.
“Karena, plastik di luar kontrol kami. Plastik, sepenuhnya (kebijakan) Pemerintah Pusat. Tapi, dalam kondisi seperti ini, mau tak mau, kita harus menghadapinya bersama-sama,” ucap mantan Sekretaris Kabinet ini, Rabu (8/4/2026).
Baca juga : Piala Thomas & Uber 2026, Jojo Dan Putri KW Jadi Ujung Tombak
Pram menambahkan, melambungnya harga plastik berbeda dengan kenaikan harga telur, beras, dan sebagainya yang dari waktu ke waktu sudah biasa ditangani Pemprov DKI.
Hal ini disampaikan Pram untuk merespons kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. “Yang paling penting kami sampaikan kepada masyarakat, jangan panik untuk berbelanja berlebihan, karena Jakarta stoknya sampai hari ini mencukupi,” ingatnya.
Kenaikan harga yang terjadi saat ini meliputi sejumlah kebutuhan pokok yang sudah dirasakan masyarakat. Namun, menurut Pramono, kondisi tersebut masih dalam batas kendali, atau bukan sesuatu yang luar biasa.
Pram menambahkan, Pemprov DKI menyiapkan strategi intervensi apabila harga komoditas tertentu mengalami lonjakan yang tidak wajar.
Baca juga : Israel-Lebanon Duduk Satu Meja Usai 43 Tahun Musuhan
“Kalau beras, cabe dan sebagainya, Pemerintah DKI dengan cepat bisa melakukan pasar murah. Kalau harga sudah di luar kewajaran, kami pasti akan melakukan intervensi,” tutur Pram. [DAF/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.