RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung gerakan penangkapan ikan sapu-sapu di Jalan Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Pantauan RM.id lokasi menunjukkan kegiatan berlangsung di tengah kawasan perumahan elite dengan kondisi lingkungan yang kontras. Sungai yang berada di lokasi tersebut memiliki lebar sekitar lima meter dan diapit oleh rumah-rumah modern dengan pagar tinggi serta taman yang tertata rapi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas kebersihan tampak bekerja secara intensif membersihkan saluran air. Mereka mengenakan seragam oranye dan turun langsung ke dalam saluran.
Selain itu, beberapa petugas juga terlihat menggunakan platform apung untuk membantu proses pengerukan, sehingga pembersihan dapat dilakukan secara lebih efektif di area yang sulit dijangkau.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar gerakan penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan populasi ikan invasif yang kian mendominasi perairan ibu kota.
Baca juga : PHM Selamatkan 7 Nelayan Terapung 2 Hari di Selat Makassar
"Pelaksanaan serentak di lima kota di Jakarta. Jakarta Utara, Sekatan, Timur, Barat, dan Jakarta Pusat. Untuk menangkap ikan sapu-sapu," kata Pramono di Jalan Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026)
Menurut Pramono, kebijakan ini diambil karena ikan sapu-sapu telah menguasai sebagian besar ekosistem perairan di Jakarta. Berdasarkan kajian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), populasinya bahkan diperkirakan melebihi 60 persen.
"Ikan ini sangat-sangat apa ya, invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survive karena memang telurnya dimakan," katanya.
Selain dampak ekologis, ikan ini juga berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Pemerintah menerima laporan adanya kandungan residu berbahaya dalam tubuh ikan sapu-sapu yang tidak layak untuk dikonsumsi.
"Kemudian juga yang paling berbahaya adalah kemarin dalam rapat saya dilaporin oleh Kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali. Kalau itu kemudian dikonsumsi akan berbahaya," jelasnya.
Baca juga : Pramono Bakal Tambah Armada dan Perluas Layanan Mikrotrans di Jakarta
Lebih lanjut, ikan sapu-sapu juga diketahui merusak infrastruktur perairan. Kebiasaannya membuat sarang dengan menggerogoti dinding sungai dan memperparah kerusakan lingkungan.
"Dan tadi ketika penangkapan dilakukan awalnya kami memperkirakan mungkin hanya dapat kurang lebih 150 kg dan tadi kalau lihat terakhir pasti saya yakin di atas 200 kg," jelasnya.
Bahkan, pada tahap awal pengumpulan saja, jumlah ikan yang berhasil ditangkap sudah mencapai lebih dari 60 kilogram, menunjukkan tingginya populasi di lapangan.
"Secara khusus nanti kami akan tugaskan PPLH yang bertugas untuk itu. PPLH khusus untuk mengurangi apa dominasi ikan sapu-sapu," katanya.
Dengan kemampuan bertelur antara ratusan hingga ribuan butir, populasi ikan ini dapat berkembang sangat cepat jika tidak dikendalikan secara serius.
Baca juga : Pramono Malu Ada Temuan Tindak Lanjut Laporan JAKI Pake Foto Palsu
"300 sampai 3.000. Jadi bertelurnya cepat banget," ujar Pramono.
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov DKI juga akan menugaskan petugas lapangan PJLP secara khusus untuk menangani permasalahan ini secara berkelanjutan.
"Artinya ini yang kemudian menjadi PR bagi Pemerintah Jakarta kami akan konsentrasi dan untuk itu nanti akan ada penugasan secara khusus PJLP yang menangani ikan sapu-sapu ini," imbuhnya.
Sementara itu, hasil tangkapan ikan sapu-sapu untuk sementara akan dikubur di lokasi yang telah disiapkan. Meski demikian, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan lain seperti pupuk organik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.