BREAKING NEWS
 

Dharma Jaya Perkuat Konsolidasi dan Stok Pangan Jakarta Hadapi Dinamika Global

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Senin, 27 April 2026 12:42 WIB
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perumda Dharma Jaya memperkuat strategi konsolidasi internal dan kolaborasi antar-Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna menjaga ketahanan pangan di Jakarta. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan pangan impor akibat dinamika global.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam BUMD Leaders Forum 2026. Selain sinergi eksternal, Dharma Jaya fokus pada perbaikan tata kelola perusahaan melalui Good Corporate Governance (GCG).

"Penilaian GCG kami terus menunjukkan peningkatan. Ini indikator bahwa perbaikan tata kelola, integritas, dan transparansi berjalan sesuai arah yang diharapkan," ujar Raditya dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Antisipasi Kelangkaan Pasokan Impor

Baca juga : Kenaikan Biaya Plastik Berimbas Pada Harga Minyak Goreng

Dharma Jaya kini tengah memitigasi risiko kelangkaan bahan baku komoditas impor, khususnya daging sapi, yang dipengaruhi kendala logistik kapal, kelangkaan bahan bakar, hingga kebijakan stok di negara asal.

Sebagai langkah nyata, Raditya mengungkapkan rencana peningkatan cadangan stok secara signifikan.

Adsense

"Untuk sapi, bulan depan rencana pembelian ditingkatkan dua kali lipat, dari 500 ekor menjadi 1.000 ekor sebagai langkah antisipasi dini," jelasnya.

Baca juga : Jakarta Diminta Siap Hadapi El Nino Godzilla

Selain daging sapi, ketersediaan protein hewani lainnya seperti ayam juga dipastikan aman melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Dharma Jaya dijadwalkan melakukan penjajakan pasokan ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Blitar, Jawa Timur.

Sinergi dan Pembiayaan Kreatif

Di tingkat provinsi, koordinasi dengan BUMD pangan lain seperti PT Food Station Tjipinang Jaya terus diintensifkan melalui kegiatan bazar pangan dan penguatan stok bersama. Raditya menekankan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat 98% kebutuhan pangan Jakarta dipasok dari luar daerah.

"Kami tidak ingin hanya menarik pasokan ke Jakarta, tapi juga mendukung daerah produsen melalui permodalan atau peningkatan kapasitas agar pasar di sana tetap terjaga," tambahnya.

Baca juga : Risiko Penularan HIV/AIDS Di DKI Jakarta Masih Tinggi

Upaya akselerasi ini juga didukung dari sisi finansial. Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengungkapkan bahwa pada triwulan I-2026, telah dilakukan penandatanganan fasilitas kredit dari Bank DKI untuk mendukung operasional tiga BUMD, yakni: PT Transjakarta, Perumda Dharma Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya

Hapus Ego Sektoral

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya menghapus ego sektoral antar-BUMD. Ia meminta seluruh perusahaan milik daerah untuk menyiapkan langkah adaptif terhadap tantangan geopolitik dan fenomena alam seperti El Nino yang mengancam sektor energi dan pangan.

"BUMD Jakarta harus mampu bersaing di panggung nasional hingga internasional. Kelola perusahaan secara transparan, profesional, dan jangan dibebani persoalan yang tidak produktif," tegas Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense