Sebelumnya
“Ya, bertahanlah, meskipun sudah hampir setahun setelah kebakaran. Rakyat kecil seperti kami, kalau tidak jualan, tidak bisa menafkahi keluarga,” tuturnya dengan nada sedih.
Darman menambahkan, pengunjung masih datang untuk berbelanja karena Pasar Taman Puring telah lama dikenal masyarakat luas, khususnya sebagai pusat penjualan sepatu, tas, dan pakaian dengan harga terjangkau. “Alhamdulillah, yang beli tetap ada,” lanjutnya.
Hingga siang itu, proses pembongkaran Taman Puring belum dilakukan secara menyeluruh. Para pedagang menunggu keputusan Pemprov DKI terkait masa depan Pasar Taman Puring, sembari tetap berjualan.
Baca juga : Singapore Open 2026, Fajar/Fikri Lolos Semifinal
Saat ini, terdapat sekitar 180 pedagang yang masih bertahan di lokasi bekas kebakaran Pasar Taman Puring. Sebelum insiden itu terjadi pada 28 Juli 2025, Pasar Taman Puring diisi sekitar 500 pedagang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana merevitalisasi Taman Puring menjadi taman ramah disabilitas. Rencana tersebut disampaikan Pram usai menerima usulan dari Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar.
“Ketika Pak Wali Kota memberikan sambutan tentang Taman Puring, mengusulkan untuk dimanfaatkan, difungsikan sebagai Taman Difabel,” kata Pram, dalam acara peresmian kantor baru Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).
Baca juga : Nikita Willy, Pakai Hijab Tetap Glowing
Dalam arahannya, Pram meminta agar usulan mengenai revitalisasi Taman Puring segera diajukan, agar proses pembangunan dapat segera dilakukan. “Pak Wali, tolong segera diusulkan, sebelum tanggal 1 Juni, sudah saya terima,” tandasnya.
Pram juga meminta Asisten Pembangunan DKI bersiap-siap untuk segera mengalokasikan anggaran pembangunan Taman Puring. “Yang tadi malam kita bersihkan,” tandasnya.
Pram menegaskan, pembangunan taman ini tidak sebatas mempercantik kawasan. Tapi juga memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal oleh penyandang disabilitas.
Baca juga : PSG Vs Arsenal, Les Parisiens Favorit!
Dia menambahkan, Taman difabel di Jakarta sudah pernah ada, yaitu di Pademangan, Jakarta Utara. “Tapi, saya minta yang di Jakarta Selatan, supaya menggunakan arsitek yang paham tentang kebutuhan difabel. Supaya taman ini bisa betul-betul dimanfaatkan difabel,” tuturnya. [RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.