Dark/Light Mode

AS-Iran Saling Serang Di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Meroket Lagi

Jumat, 29 Mei 2026 07:30 WIB
Ilustrasi Amerika Serikat (AS) dan Iran saling serang di Selat Hormuz. (Foto: AI/Chatgpt)
Ilustrasi Amerika Serikat (AS) dan Iran saling serang di Selat Hormuz. (Foto: AI/Chatgpt)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selat Hormuz kembali memanas. Amerika Serikat (AS) dan Iran saling serang di jalur pelayaran paling vital di dunia itu. Dampaknya langsung terasa ke pasar global: harga minyak dunia kembali meroket. 

Komando Pusat AS (Centcom) melancarkan serangan terbaru ke Iran, Rabu (27/5/2026), dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis di selatan Iran. Militer AS juga mengklaim menembak jatuh empat drone milik Iran di perairan Selat Hormuz. 

Serangan ke Bandar Abbas dilakukan saat Iran disebut tengah bersiap meluncurkan drone kelima. Akibat serangan tersebut, ledakan terdengar di wilayah timur kota Bandar Abbas.

Baca juga : Muhamad Isnur: Bertentangan Dengan Semangat Reformasi

Serangan militer AS ini merupakan yang kedua dalam tiga hari terakhir. Centcom mengklaim tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri. 

“Serangan kami terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata,” ujar Juru Bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkin, seperti dilaporkan New York Times, Kamis (28/5/2026). 

Awal pekan ini, Centcom juga mengonfirmasi serangan pembelaan diri di Iran selatan pada Senin (25/5/2026). Dengan target lokasi rudal Iran dan kapal-kapal yang diduga hendak menanam ranjau di Selat Hormuz. 

Baca juga : Dave Laksono: Sekarang Ini, Aksi Begal Sudah Mengkhawatirkan

Iran pun membalas serangan AS. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim, Selasa (26/5/2026), pihaknya menembak jatuh sebuah drone AS serta melepaskan tembakan ke jet tempur dan satu drone lain yang memasuki wilayah udara Iran. 

“AS akan bertanggung jawab atas tindakan agresif dan tidak dapat dibenarkan. Tanpa ragu, Republik Islam Iran tidak akan membiarkan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran merespons serangan AS. 

Setelah itu, IRGC kembali melepaskan tembakan peringatan ke kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. 

Baca juga : Menteri Brian Usut Tuntas Dugaan Manipulasi Riset

“Empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia tanpa berkoordinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut,” ujar pejabat militer Iran, seperti dilansir CNN International, Kamis (28/5/2026). 

“Mereka telah diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka untuk berbalik arah,” lanjut laporan itu. 

Kantor Berita Tasnim juga melaporkan, IRGC melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal tanker minyak Amerika sehingga kapal tersebut berbalik arah. “Ini tanggapan atas aksi militer AS menembak ke area tandus dekat Bandar Abbas,” tulis laporan Tasnim
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.