BREAKING NEWS
 

Kejar Target Jakarta Jadi Kota Global

Pemprov DKI Didorong Kebut Penataan Permukiman Kumuh

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 28 Juni 2026 06:25 WIB
Perkampungan kumuh di bantaran rel kereta, Kelurahan Kramat, Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

 Sebelumnya 
Menurutnya, kondisi tersebut tidak sejalan dengan cita-cita Jakarta sebagai kota global. Menjelang usia lima abad Jakarta, dia berharap, tidak ada lagi kawasan RW kumuh di Ibu Kota. 

Karena itu, Nabilah meminta peningkatan anggaran penataan RW kumuh, dengan fokus pada pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Dia menekankan, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan dan saluran air, jauh lebih penting dibanding program yang bersifat kosmetik. 

Baca juga : Diaspora Merangsek Di Piala Dunia 2026

Komisi D berharap, masukan tersebut dapat menjadi perhatian perangkat daerah dalam menyusun program pembangunan dan penganggaran, sehingga percepatan penataan kawasan permukiman dan peningkatan kualitas hidup warga Jakarta, dapat tercapai lebih optimal. 

Kepala DPRKP DKI Kelik Indriyanto mengatakan, Pemprov DKI telah mengucurkan anggaran sekitar Rp 1,9 triliun untuk penataan kawasan kumuh pada 20182025. “Rata-rata alokasi anggaran setiap tahun, Rp 200 miliar,” jelas Kelik. 

Menurut dia, Pemprov DKI secara konsisten mengalokasikan anggaran melalui berbagai program peningkatan kualitas permukiman. 

Baca juga : Kinclong Di Piala Dunia, Hakimi Dilirik Real Madrid

Berdasarkan pendataan terbaru Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta turun menjadi 211 RW dari sebelumnya 445 RW pada 2017. Terjadi penurunan sebesar 52,58 persen, jika merujuk data BPS. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan agar penanganan RW kumuh diprioritaskan pada wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. 

Pram menegaskan, seluruh elemen harus terlibat dalam upaya pengentasan kawasan kumuh, termasuk keberadaan Puskesmas Pembantu yang berperan membantu mengatasi persoalan kesehatan masyarakat di lingkungan padat penduduk. 

Baca juga : Safari 3 Hari di Lampung, Jokowi Pakai Baju dan Topi PSI

“Seperti kita ketahui, kemarin Badan Pusat Statistik sudah mengumumkan RW kumuh di Jakarta menurun secara drastis, dari 445 menjadi 211,” kata Pramono saat meresmikan Puskesmas Pembantu Meruya Selatan 2, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026). 

Pram menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan, agar Jakarta menjadi kota yang semakin bersih dan nyaman. 

“Mudah-mudahan persoalan RW kumuh juga semakin kecil,” tandasnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense