RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turun langsung meninjau Taman Bendera Pusaka setelah menerima aduan pengunjung mengenai bau dari aliran Kali Krukut. Dipastikan Rano, berbagai masalah di taman akan diatasi dan dibenahi.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru itu sukses menjadi destinasi rekreasi untuk warga Jakarta. Banyak warga mendatangi Taman Bendera Pusaka untuk bersantai dan berolahraga. Hanya saja, persoalan aroma tak sedap masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
Taman Bendera Pusaka adalah hasil revitalisasi dan integrasi (penyatuan) tiga taman di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pertama, Taman Ayodya di Jalan Barito. Kedua, Taman Langsat di Jalan Langsat. Ketiga, Taman Leuser di Jalan Leuser.
Baca juga : Cape Verde Siap Libas Argentina
Taman Ayodya dan Taman Langsat kini dihubungkan Jembatan Merah Putih yang membentang di atas Jalan Barito.
Jembatan ini, sering jadi spot pengunjung untuk berfoto atau membuat video. Begitu banyak foto atau video mengenai jembatan ini di media massa dan media sosial. Tampak keren.
Sebelum terintegrasi, Taman Ayodya dan Taman Langsat terpisah oleh Jalan Barito. Sebuah jalan yang dahulu dikenal sebagai Pasar Barito. Pasar hewan peliharaan dan pakannya.
Kemudian, antara Taman Langsat dan Taman Leuser di hubungkan terowongan di bawah Jalan Kyai Maja. Posisinya antara Pasar Mayestik dan Rumah Sakit Pusat Pertamina.
Baca juga : Antoine Semenyo: Lebih Galak Ke Wasit...!
Sebelumnya, terowongan ini hanya berfungsi sebagai tempat aliran air Kali Krukut di bawah Jalan Kyai Maja. Kini, di terowongan itu dipasangi jembatan besi, sehingga pengunjung bisa melangkah di atas kali yang airnya hitam pekat itu.
Sebelum ada jembatan di dalam terowongan itu, pengunjung Taman Langsat tidak bisa berjalan Menuju Taman Leuser, atau sebaliknya. Singkat cerita, dahulu, dua taman ini terpisahkan Kali Krukut dan Jalan Kyai Maja, yang berada di atasnya.
Memang, dua taman ini posisinya lebih rendah dari sejumlah jalan di sekitarnya, seperti Jalan Kyai Maja, Jalan Barito, Jalan Langsat, dan Jalan Leuser.
Karena, sejatinya, Taman Langsat dan Taman Leuser ada lah bantaran Kali Krukut. Wilayah resapan air jika kali meluap, yang secara alami, posisinya lebih rendah dari wilayah di sekitarnya. Keberadaannya sangat penting untuk meminimalisir banjir di kawasan sekitarnya.
Baca juga : Solidaritas Internasional Mengalir Untuk Venezuela
Persoalannya adalah, bau Kali Krukut mengganggu kenyamanan masyarakat saat menikmati kerennya Taman Bendera Pusaka, seperti jogging track yang telah terintegrasi, dari Taman Ayodya, Taman Langsat dan Taman Leuser, dengan panjang sekitar 1,2 kilometer.
Bau itu terasa, saat pengunjung berada di Taman Langsat dan Taman Leuser. Terutama, saat pengunjung melewati terowongan yang menghubungkan dua taman tersebut.
Menurut reporter Rakyat Merdeka yang sekitar 15 tahun lalu cukup sering berolahraga jalan pagi di Taman Langsat, bau itu memang tercium.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.