Sebelumnya
Wagub DKI Jakarta Rano Karno pun tidak membantah mengenai bau itu, terutama di terowongan tersebut.
“Yang paling terasa di situ, tuh, di jembatan,” kata Rano kepada para petugas Pemprov DKI yang mendampinginya, sembari menunjuk ke arah titik terbau, terowongan di bawah jembatan Jalan Kyai Maja, seperti kami kutip dari akun TikTok Rano Karno.
Dalam video pendek yang diposting pada 17 Juni 2026 ini, secara singkat Rano menjelaskan, Pemprov DKI tengah membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk menghilangkan bau tersebut.
Hal itu disampaikan Rano sembari menunjuk ke arah sebuah instalasi, di titik awal masuknya aliran air Kali Krukut ke Taman Langsat, yang kemudian mengalir ke terowongan, selanjutnya ke Taman Leuser.
Baca juga : Cape Verde Siap Libas Argentina
Rano juga menyaksikan sejumlah petugas DKI menyemprotkan cairan tertentu untuk mengurangi bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka. Tepatnya di sekitar Taman Langsat dan Taman Leuser.
Dalam deskripsi video ini tertulis: “Hari ini Abang mampir ke Taman Bendera Pusaka, setelah menerima aduan warga soal bau dari aliran sungai di kawasan ini. Kami lakukan penanganan lewat penyemprotan, agar warga bisa kembali nyaman.
“Bagi Abang, taman yang ramai dipakai warga, itu tanda kota yang hidup. Makanya, pelanpelan tapi pasti, yang dikeluhkan warga akan terus kita benahi, supaya Jakarta makin nyaman dan makin bikin betah,” terang Rano.
Sebelum tiba di titik terbau, Rano menyapa sejumlah pengunjung. Tiga taman ini memang banyak dikunjungi warga Jakarta, karena tampak lebih bagus, lebih luas, setelah diintegrasikan.
Baca juga : Antoine Semenyo: Lebih Galak Ke Wasit...!
Salah satu kelebihannya, pengunjung bisa jogging di tiga taman sekaligus. Misalnya, mulai jogging dari Taman Ayodya, naik ke Jembatan Merah Putih, turun di Taman Langsat, melangkah ke terowongan dan tiba di Taman Leuser. Selanjutnya kembali ke Taman Ayodya.
Sebelum integrasi tiga taman ini, pengunjung Taman Ayodya hanya berputar-putar di Taman Ayodya saat jogging. Pengunjung Taman Langsat, cuma berputar-putar di Taman Langsat. Sedangkan Taman Leuser lebih jarang dikunjungi warga.
Taman Bendera Pusaka memiliki luas sekitar 5,6 hektar, diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 14 Maret 2026.
Taman Bendera Pusaka dilengkapi berbagai fasilitas publik, antara lain jogging track sepanjang 1,2 kilometer, lapangan olahraga seperti basket dan padel, area permainan anak, serta area hijau untuk rekreasi. Semua itu gratis.
Baca juga : Solidaritas Internasional Mengalir Untuk Venezuela
Secara umum Taman Bendera Pusaka adalah fasilitas publik yang bagus. Tapi, ada satu kekurangan yang belum bisa teratasi, yakni bau Kali Krukut.
Peresmian Taman Bendera Pusaka sempat diundur, karena Pemprov DKI tengah membangun IPAL untuk menghilangkan bau itu.
Namun, hingga Wakil Gubernur DKI Rano Karno berkunjung ke Taman Bendera Pusaka setelah peresmian, bau itu masih tercium. [DAF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.