Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Bicara Di Depan 2.600 Akademisi: 4 Kali Kalah, Saya Tak Ganggu Pemimpin Yang Diberi Mandat
Minggu, 28 Juni 2026 08:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya persatuan, kesatuan, serta kerja sama di antara para elite bangsa agar Indonesia mampu mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Di hadapan ribuan akademisi, Prabowo menceritakan, pernah empat kali kalah Pilpres, tapi tak pernah mengganggu pemimpin yang diberi mandat secara sah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Acara yang dihadiri 2.600 rektor/dekan/dosen perguruan tinggi negeri/swasta di seluruh Indonesia itu, mengangkat tema: Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat.
Prabowo merasa terhormat bisa berbicara di hadapan 261 rektor. Sebab, guru besar merupakan orang terpintar di suatu negara. "Kalau mau bangkit, mau maju, potensi dan kemampuan dari kampus harus dimanfaatkan atau digerakkan," ucap Kepala Negara.
Untuk itu, sejak awal menerima mandat sebagai Presiden, Prabowo selalu menggandeng para guru besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Prabowo tercatat sudah empat kali bertemu dengan para rektor dan guru besar, Dua kali di Istana Negara, sekali di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan terakhir di JCC.
"Hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," ucapnya.
Prabowo lalu berbicara mengenai persatuan. Ia mengatakan, masing-masing boleh saja memiliki latar belakang yang berbeda, baik suku, agama, profesi, pengalaman, keahlian, maupun cara pandang. Namun, di tengah berbagai perbedaan tersebut, ia mengingatkan pentingnya mencari titik-titik persamaan. Hal itu diperlukan agar seluruh elemen bangsa dapat bekerja sama mencapai tujuan bersama, yakni kemajuan bangsa dan optimalisasi potensi Indonesia.
Baca juga : Di Malaysia, Harga BBM Nonsubsidi Sudah Turun
"Bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, itu bangsa yang bangkit. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," jelas Prabowo.
Ia mengatakan, pandangan tersebut berangkat dari pelajaran tentang sejarah dunia. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa bangsa yang para elitenya terus terjebak dalam perpecahan akan sulit mencapai kemajuan.
Dalam hal ini, ia mencontohkan sejumlah konflik berkepanjangan di berbagai belahan dunia, seperti di Ukraina, Lebanon, dan kawasan Teluk Arab, yang salah satu faktor penyebabnya adalah kegagalan para elite di masing-masing wilayah untuk membangun kerja sama.
"Dari yang saya pelajari dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, itu bangsa itu berhasil. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya. Ini sejarah mengajarkan sampai hari ini," tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama demi pembangunan bangsa di tengah berbagai perbedaan. Menurutnya, hal tersebut menjadi sangat penting bagi Indonesia sebagai negara demokrasi, yang menempatkan kedaulatan rakyat sebagai prinsip utama.
Prabowo mengatakan, pasti akan selalu ada pihak yang puas maupun tidak puas terhadap hasil yang dicapai dalam demokrasi. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan kegaduhan yang justru menghambat pembangunan.
Baca juga : Pemerintah Yakinkan Investor Ekonomi RI Sudah Membaik
"Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita? Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa?" katanya.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat, termasuk kalangan perguruan tinggi, untuk kembali merenungkan makna demokrasi dan mengesampingkan berbagai perbedaan demi mencapai kemajuan bangsa.
Ia kemudian berbicara pentingnya mendukung program Pemerintah. Prabowo mencontohkan, saat tidak terpilih sebagai Presiden, ia tak pernah mengganggu pemerintahan yang sah. Ia ingin, program pemerintah berjalan baik.
"Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat. Empat kali tidak diberi mandat, empat kali saya kalah. Tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," kata Prabowo.
Pernyataan ini disambut disambut tepuk tangan bergemuruh para peserta. "Terima kasih. Karena biasanya kalau saya bilang empat kali kalah, audiens ketawa. Ini orang Indonesia, kalah itu sedih sebetulnya," ucap Prabowo.
Demi meningkatkan kesejahteraan rakyat, Prabowo lalu meminta saran dan inovasi dari para guru besar. Untuk sektor pertanian, Prabowo menyatakan Indonesia tidak memiliki benih gandum yang baik untuk ditanam di dalam negeri. Padahal, kebutuhan gandum nasional sangat tinggi. Kemudian, untuk kelapa sawit, produktivitas kebun Indonesia masih kalah dibanding Malaysia.
Baca juga : Safari 3 Hari di Lampung, Jokowi Pakai Baju dan Topi PSI
Ia juga mengungkap, belum ada mobil nasional buatan sendiri meski Indonesia sudah merdeka 81 tahun. "Kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?” tanyanya.
Prabowo senang, karena saat ini, arah Indonesia punya mobil nasional sudah terlihat. “Kita mulai ke arah punya mobil sendiri. Ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya," imbuhnya.
Mobil yang dimaksud adalah buatan Pindad. Prabowo pun telah memakai mobil tipe MV3 Garuda Limousine buatan PT Pindad sebagai kendaraan dinas.
Prabowo mengakui, memang masih ada kendala. Seperti saat menghadapi hujan deras, bagian kabinnya pernah bocor. Tapi, dirinya puas.
"Nggak apa-apa, minimal kita mulai. Kita harus berani mulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya