Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
4 Calon Pengelola KDMP Wafat Saat Latsarmil
Mensesneg Tak Melihat Ada Kelalaian
Minggu, 28 Juni 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyampaikan duka cita atas wafatnya 4 calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pelaksanaan program akan dievaluasi, meski sejauh ini belum melihat adanya unsur kelalaian.
"Tentu kita menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam. Pak Presiden juga memonitor semua perkembangan. Sejauh ini kami belum melihat ada unsur kelalaian, tetapi semuanya tetap dievaluasi secara menyeluruh," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Empat peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil adalah Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Baca juga : Afrika Selatan Vs Kanada, Beban Mental Bagi Tuan Rumah
Menurut Prasetyo, laporan awal menunjukkan para peserta meninggal pada fase awal pendidikan. Karena itu, materi latihan fisik saat itu belum memasuki tahap yang berat, sehingga dugaan sementara mengarah pada kondisi kesehatan masing-masing peserta.
"Belum berat, orang baru hari pertama, hari kedua. Jadi mungkin memang memiliki riwayat-riwayat kesehatan," ungkapnya.
Prasetyo juga menjawab kritik mengenai kewajiban calon pengelola koperasi mengikuti latihan semi militer. Menurutnya, Latsarmil bukan untuk membentuk kemampuan teknis mengelola koperasi, melainkan membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan mental.
Baca juga : KPK Bongkar Dugaan Setoran Dari Biro Jasa
Ia memastikan setelah pembinaan karakter selesai, peserta tetap akan memperoleh pendidikan sesuai kompetensi yang dibutuhkan sebagai pengelola koperasi.
"Nanti mengenai kompetensinya tetap ada pelatihan. Masa iya pemerintah tidak memberikan pendidikan kompetensi," katanya.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) selaku Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Program SPPI memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh.
Baca juga : Erna Sari Dewi: Pemerintah Diminta Melakukan Evaluasi
Selain memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan membantu proses pemulangan jenazah, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah perbaikan untuk penyelenggaraan pendidikan berikutnya.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, evaluasi dilakukan mulai dari proses rekrutmen hingga pelaksanaan pendidikan di seluruh satuan. Langkah perbaikan meliputi penguatan seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa, hingga penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan.
"Seluruh prosedur akan dievaluasi agar sistem deteksi dini dan penanganan kesehatan peserta semakin baik," ujar Rico, Jumat (26/6/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya