BREAKING NEWS
 

Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp 5 Ribu, Transjabodetabek Rp 10 Ribu

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 7 Juli 2026 16:04 WIB
Warga memasuki Bus Transjakarta di Halte Monas, Jakarta, Senin (22/6/2026). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengkaji usulan kenaikan tarif layanan Transjakarta dan Transjabodetabek yang disampaikan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). 

Usulan tersebut mencakup tarif Transjakarta sebesar Rp 5.000 dan tarif Transjabodetabek sebesar Rp 10.000 sebagai bagian dari evaluasi layanan transportasi publik di ibu kota. 

"Untuk usulan dari dewan transportasi tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026). 

Baca juga : Pemprov DKI Kaji Usulan Penambahan Rute Transjabodetabek dari Depok

Menurut Pramono, pembahasan mengenai usulan tarif akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi berbagai masukan sebelum mengambil keputusan yang dinilai paling tepat bagi masyarakat maupun pengelola layanan transportasi.

Adsense

"Nanti kami bahas dan segera memang harus diambil keputusan terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan," jelas Pramono. 

Pramono mengakui bahwa pengumuman mengenai tarif Transjabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. 

Baca juga : Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Bakal Naik, Dipastikan Di Atas Rp 10 Ribu

"Ini sudah lebih dari tiga bulan sehingga sekarang ini memang kita juga sedang membahas dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta mengenai hal tersebut," katanya.

Sebelumnya, selain mengusulkan kenaikan tarif, DTKJ juga mengusulkan penerapan tarif langganan bagi pengguna Transjakarta. Ketua DTKJ Sugihardjo mengatakan skema tersebut mengadopsi sistem yang telah diterapkan di berbagai negara.

"Kalau tarif normal Rp5.000 berangkat dan Rp 5.000 pulang, sebulan sekitar Rp 250 ribu. Nah kalau menggunakan tarif langganan, kami mengusulkan ado diskon 20 persen sehingga cukup membayar Rp 2 ribu," kata Sugihardjo, Jumat (3/7/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense