BREAKING NEWS
 

Trem di Era Kendaraan Pribadi: Perlukah Jakarta Menghidupkan Kembali Masa Lalu?

Writer : Andiny Khaerany Suhartady
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 9 Juli 2026 15:21 WIB
Ilustrasi trem Batavia di kawasan Kota Tua (kiri) dengan realitas kemacetan Jakarta modern. (Gambar: Dibuat dengan Canva AI)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghidupkan kembali trem listrik di kawasan Kota Tua. Rencana ini memicu pertanyaan mendasar: di tengah hiruk-pikuk kemacetan dan dominasi kendaraan pribadi, apakah moda transportasi klasik ini masih relevan?

Wacana ini muncul dalam paket revitalisasi besar kawasan Kota Tua yang ditargetkan rampung pada 2029. Jalur trem direncanakan melintasi kawasan wisata Kota Tua dan terhubung dengan titik-titik strategis, termasuk area dekat Sunda Kelapa. Trem yang dihadirkan bukanlah replika trem kuda atau uap, melainkan trem listrik modern yang sejalan dengan konsep kawasan rendah emisi (Low Emission Zone atau LEZ).

Dari Trem Kuda Menuju Trem Listrik

Trem bukanlah hal asing bagi Jakarta. Pada masa kolonial, trem menjadi salah satu moda transportasi utama masyarakat Batavia.

Perjalanan trem Batavia dimulai pada 10 April 1869, saat trem kuda pertama diresmikan oleh Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM). Satu rangkaian ditarik empat ekor kuda dengan kapasitas sekitar 40 penumpang, melayani rute Pasar Ikan–Harmoni–Meester Cornelis (kini Jatinegara).

Pada 1882, trem uap mulai menggantikan peran kuda. Namun era paling gemilang dimulai 10 April 1899, ketika trem listrik pertama kali dioperasikan di Batavia. Pada awal abad ke-20, jaringan trem listrik terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi utama di Batavia.

Trem listrik beroperasi selama lebih dari enam dekade sebelum akhirnya dihentikan pada awal 1960-an. Pada 1960, Presiden Soekarno memerintahkan penghapusan trem di ibu kota. Saat itu, trem dianggap kuno dan menghambat modernisasi berbasis kendaraan bermotor.

Baca juga : Optimalisasi Pendapatan Daerah, bank bjb Perluas Jaringan Agen Samsat Banten

Keputusan tersebut hingga kini masih menjadi bahan perdebatan. Sebagian kalangan menilai penghapusan trem menghilangkan salah satu moda transportasi massal yang berpotensi dikembangkan, sementara yang lain melihatnya sebagai bagian dari kebijakan modernisasi pada masa itu.

Kota-kota Dunia Menghidupkan Kembali Trem

Saat Jakarta membuang trem, kota-kota besar dunia justru mempertahankan bahkan memperluas jaringannya:

Kota Trem Status

  1. Hong Kong Mulai 1904 Masih aktif, menjadi ikon kota
  2. Melbourne Jaringan terbesar dunia Tulang punggung transportasi publik
  3. San Francisco Trem kabel bersejarah Daya tarik wisata utama
  4. Lisbon Trem nomor 28 Simbol kota, primadona turis

Pengalaman kota-kota tersebut menunjukkan bahwa trem masih dapat berfungsi sebagai moda transportasi perkotaan sekaligus daya tarik wisata apabila terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya.

Mengapa Trem Relevan untuk Kota Tua?

Adsense

1️⃣ Mendukung Kawasan Rendah Emisi (LEZ)

Baca juga : Prabowo: Kalau Ada Salah Paham, Kita Selesaikan Sebagai Sahabat

Rencana ini sejalan dengan kebijakan menjadikan Kota Tua sebagai kawasan rendah emisi. Dengan trem listrik, moda transportasi ramah lingkungan ini secara langsung mendukung pembatasan kendaraan bermotor di kawasan tersebut.

2️⃣ Ikon Wisata Sejarah dan Nostalgia

Trem berfungsi sebagai ikon wisata sejarah yang memperkuat identitas kawasan. Sebagaimana diungkapkan Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, trem direncanakan sebagai sarana wisata yang melayani mobilitas pengunjung.

Sejumlah warga menyambut positif. Fauzan, salah seorang warga, menilai kehadiran trem dapat meningkatkan daya tarik Kota Tua sebagai destinasi wisata internasional.

"Bagus sih kalau kata saya. Jadi memancing daya tarik untuk wisatawan mancanegara. Saya juga bisa merasakan seperti apa naik trem seperti zaman dulu," ujar Fauzan.

3️⃣ Terintegrasi dengan Transportasi Massal

Trem tidak berdiri sendiri. Kawasan Kota Tua akan didukung integrasi transportasi massal melalui MRT, Transjakarta, dan Stasiun Jakarta Kota. MRT Fase 2A rute Bundaran HI–Kota ditargetkan beroperasi hingga Harmoni pada akhir 2027 dan terhubung ke Kota Tua pada akhir 2029.

Baca juga : Kapolri Serukan Menjaga Persatuan Dan Kesatuan

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Meski relevan, sejumlah tantangan perlu diwaspadai:

  1. Status masih wacana: Rencana ini belum diputuskan secara final.
  2. Masalah anggaran: Detail kebutuhan biaya masih menjadi bahan pembahasan.
  3. Prioritas proyek lain: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pembangunan trem belum menjadi prioritas utama dibandingkan MRT.
  4. Kedisiplinan pengguna jalan: Efektivitas trem dipertanyakan jika tingkat kedisiplinan pengguna jalan masih rendah.
  5. Potensi kemacetan: Wakil Gubernur Rano Karno menyampaikan kekhawatiran mengenai pengaturan lalu lintas dan integrasi moda selama masa pembangunan, terutama jika proyek revitalisasi Kota Tua dan pembangunan LRT tidak terkoordinasi dengan baik.

Kesimpulan

Rencana trem listrik di Kota Tua dipandang pemerintah sebagai bagian dari revitalisasi kawasan bersejarah sekaligus pengembangan transportasi ramah lingkungan. Apabila terealisasi, trem ini diproyeksikan mendukung mobilitas wisatawan dan memperkuat identitas Kota Tua.

Namun, efektivitasnya dalam mengurangi kemacetan Jakarta secara keseluruhan masih bergantung pada integrasinya dengan jaringan transportasi massal lain seperti MRT, LRT, dan Transjakarta. Trem di Kota Tua lebih tepat dilihat sebagai pelengkap—sebuah napas sejarah di tengah hiruk-pikuk modernitas.

Revitalisasi Kota Tua merupakan upaya mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya. Trem listrik, jika terealisasi, akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu Batavia dengan masa depan Jakarta sebagai kota global.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense