RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoperasikan Mobil Klinik Hewan Keliling untuk mempermudah akses layanana kesehatan bagi hewan peliharaan milik warga.
Fasilitas ini menghadirkan layanan kesehatan hewan yang lengkap, mulai dari konsultasi, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, pengobatan, pemeriksaan laboratorium (darah rutin, biokimia, urin, dan feses), USG, sterilisasi, hingga bedah minor.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau layanan Mobil Klinik Hewan Keliling di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Dalam tinjauan itu, Pramono menyaksikan langsung dokter hewan dan paramedis yang memberikan pelayanan secara profesional. Dia berharap, melalui layanan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pelayanan kesehatan hewan yang lebih baik bagi hewan yang dimiliki.
Baca juga : Rektor UIN Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Siapkan Pengembangan Daycare
"Jakarta ini sebagai kota yang bebas rabies tentunya harus kita dukung, kita tetap maintain, kita rawat. Maka aktivitas mobil klinik hewan ini, saya yakin, merupakan modal sosial yang luar biasa bagi Jakarta untuk mempertahankan status bebas rabies, dan sekaligus menjadi kota global, kota pusat perekonomian, dan ibu kota negara," ujar Pramono.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Mobil Klinik Hewan Keliling sebaik-baiknya. Menurutnya, program tersebut merupakan terobosan baru yang pertama kali dihadirkan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan kemungkinan menjadi layanan serupa yang pertama kali ada di Indonesia.
"Kami ingin Jakarta adalah kota yang ramah hewan, apa pun hewan itu," ujar Pramono.
Baca juga : Perluas Akses Masyarakat, Program JKN Cetak SDM Sehat & Berdaya Saing
Menanggapi pertanyaan mengenai penanganan kucing liar di Jakarta, Pramono mengatakan Pemprov DKI telah melaksanakan program sterilisasi terhadap 21 ribu kucing pada 2025. Pada tahun ini, jumlah sterilisasi ditingkatkan menjadi 23 ribu ekor.
Namun, ia mengakui jumlah tersebut masih belum mampu mengimbangi laju perkembangbiakan kucing. Karena itu, Pramono meminta agar program sterilisasi kembali ditingkatkan pada tahun depan.
"Memang belum cukup karena beranak-pinaknya kucing ini cepat sekali. Walaupun sudah ada program sterilisasi 21 ribu di tahun lalu, sekarang 23 ribu, beranaknya masih lebih cepat dari itu. Nanti tahun depan saya minta untuk ditingkatkan," ujar Pramono. (Magang/Rizki Guntur Sembiring)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.