BREAKING NEWS
 

Pemkot Depok Usul Tambah 5 Rute Baru

Layanan Transjabodetabek Solusi Nyata Kurangi Macet

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : DAUD FADILLAH
Sabtu, 11 Juli 2026 06:25 WIB
Bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

 Sebelumnya 
Meski dalam kendali Pemprov Jawa Barat, posisi Setu ini tak begitu jauh dari Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Kecamatan Pamulang serta Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. 

Di Ciputat, tepatnya di Jalan RE Martadinata, sudah ada pangkalan Bus Transjabodetabek. Warga Ciputat dan Pamulang cukup banyak yang naik Transjabodetabek dari pangkalan ini, untuk menuju Jakarta. Banyak pula yang turun di titik ini, sepulang mereka bekerja atau menjalani keperluan lain di Jakarta. 

Dengan kata lain, sudah cukup banyak warga Jabodetabek yang menggunakan Bus Transjabodetabek untuk menuju Jakarta, atau sebaliknya, dengan tarif Rp 3.500. 

Baca juga : Argentina Vs Swiss, Bocah Ajaib Berpacu Lawan Cedera Lutut

Tarif ini sama dengan saat pertama kali Bus Transjakarta diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sekitar 21 tahun lalu. Padahal, dalam 21 tahun itu sudah sering terjadi inflasi, sehingga muncul rencana menaikkan tarif Bus Transjakarta dan Transjabodetabek untuk mengurangi beban subsidi yang ditanggung Pemprov DKI. 

Sebelum mengambil keputusan mengenai tarif baru tersebut, Pemprov DKI akan menghitung terlebih dahulu besaran subsidi yang diperlukan, agar kebijakan yang diambil tidak menurunkan minat masyarakat menggunakan Transjakarta dan Transjabodetabek. 

“Dalam minggu-minggu depan, kami akan menghitung kembali. Karena, untuk memutuskan kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, kami harus melihat subsidi itu,” kata Pram di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/7/2026).   

Baca juga : Nana Mirdad, Jadi Korban Komen Haters

Sekarang ini, jelas Pram, rencana kenaikan tarif tersebut, dalam tahap pembahasan Pemprov DKI dengan DPRD DKI Jakarta. “Menjadi prioritas untuk segera diputuskan,” ujarnya. 

Pembahasan mengenai tarif TransJakarta dan TransJabodetabek juga berkaitan dengan proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI, karena berhubungan dengan subsidi yang ditanggung Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, memerlukan persetujuan DPRD DKI. 

Mengenai besaran kenaikan tarif itu, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan, tarif Transjakarta naik menjadi Rp 5.000. Sedangkan tarif Transjabodetabek naik menjadi Rp 10.000. 

Baca juga : Aura Prancis Menggetarkan

DTKJ juga mengusulkan penerapan tarif langganan bagi pengguna Bus Transjakarta. 

Ketua DTKJ Sugihardjo mengatakan, skema tersebut mengadopsi sistem yang telah diterapkan di berbagai negara. 

Kalau tarif normal, Rp 5.000 berangkat, dan Rp 5.000 pulang. Sebulan sekitar Rp 250 ribu. “Kalau menggunakan tarif langganan, kami mengusulkan diskon 20 persen, sehingga cukup membayar Rp 2 ribu,” kata Sugihardjo, Jumat (3/7/2026). [RAA/DAF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense