Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Skor 2-0 bahkan belum sepenuhnya mencerminkan dominasi Prancis sepanjang laga. Maroko yang biasanya pede menyerang, jadi memilih berhati-hati.
Prancis kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia setelah menyingkirkan Maroko 2-0 di babak perempat final. Aura dominan Les Bleus bikin gentar lawan, bahkan sebelum pertandingan di mulai.
Maroko, yang sepanjang turnamen dikenal tampil menyerang dan percaya diri, justru memilih bermain lebih hati-hati menghadapi kekuatan Prancis.
Pelatih Maroko menurunkan formasi 4-5-1 dengan Brahim Diaz sebagai penyerang tunggal, meninggalkan gaya permainan ofensif yang sebelumnya menjadi ciri khas mereka.
Baca juga : Perang Jilid III Amerika Vs Iran Menyeramkan
Pilihan tersebut dinilai sebagai upaya meredam kecepatan serangan balik Prancis yang menjadi senjata utama sepanjang turnamen.
Hingga perempat final, Prancis telah mencetak 16 gol, dengan delapan gol disumbangkan Kylian Mbappe dan lima gol lainnya dicetak Ousmane Dembele.
Maroko kembali mengandalkan pertahanan rapat serta penampilan gemilang kiper Yassine Bounou. Bounou sempat menjaga harapan timnya setelah menggagalkan tendangan penalti Mbappe pada menit ke-28. Namun, strategi bertahan itu akhirnya tidak mampu membendung tekanan Ayam Jantan yang terus mengalir.
Gelandang Prancis Adrien Rabiot mengatakan timnya tidak pernah merasa terancam meski sempat membiarkan Maroko menguasai bola dalam beberapa momen. “Kami merasa mereka tidak berbahaya dan tidak ada yang perlu kami takutkan dari tim itu. Itulah yang kami rasakan di lapangan,” ujar Rabiot.
Baca juga : Spanyol Vs Belgia, La Roja Pede Jaga “Kesucian”
Maroko baru mampu melepaskan tembakan tepat sasaran pertama pada enam menit terakhir pertandingan. Saat itu, Prancis sudah unggul dua gol melalui tendangan melengkung Mbappe dan penyelesaian Dembele. Skor 2-0 bahkan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan dominasi Prancis sepanjang laga.
Di lini tengah, duet Rabiot dan Manu Kone tampil mengendalikan permainan. Sebaliknya, gelandang muda Maroko Ayyoub Bouaddi kesulitan mengembangkan permainan dan beberapa kali kehilangan bola akibat tekanan tinggi dari Prancis.
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengakui timnya berharap mampu bertahan lebih lama tanpa kebobolan agar dapat melihat bagaimana reaksi Prancis di bawah tekanan. “Kami tahu mereka sebenarnya bisa mencetak gol lebih cepat,” tukasnya.
Namun, dia meminta para pemain tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tegak meski harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia.
Baca juga : Polisi Sita Emas, Uang Senilai Setengah Triliun
Kemenangan tersebut membawa Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Pasukan Didier Deschamps akan menghadapi pemenang laga antara Belgia dan Spanyol.
Sementara itu, Mbappe yang ditarik keluar pada menit ke-77 karena merasakan sedikit nyeri di pergelangan kaki memastikan dirinya tetap optimistis menatap semifinal.
“Kami tidak boleh lengah. Perjalanan masih panjang dan tantangan berikutnya akan lebih berat. Namun kami akan memulihkan kondisi dengan baik,” tuntas bomber Real Madrid itu. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya