BREAKING NEWS
 

Naik 4 Kali Lipat, Tarif TransBandara Tambah Beban Transportasi Pekerja Soetta

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Senin, 31 Agustus 2026 15:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Rencana kenaikan tarif layanan TransBandara rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta menjadi Rp 15.000 mulai Selasa (1/9/2026) mendulang gelombang protes dari warganet, khususnya para pekerja harian di kawasan bandara. Lonjakan drastis dari tarif promo sebesar Rp 3.500 dinilai sangat memberatkan pengeluaran bulanan mereka.

Protes dan keluhan mendominasi lini masa media sosial seperti X dan Instagram tak lama setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan penyesuaian tarif tersebut. Bagi para komuter harian, kenaikan lebih dari 300 persen ini terasa terburu-buru tanpa adanya skema khusus.

Baca juga : Tertibkan Perdagangan Di Pinggir & Badan Jalan

"Naiknya mengagetkan banget dari Rp 3.500 langsung Rp 15.000. Buat yang cuma sesekali naik pesawat mungkin murah, tapi buat kami staf bandara yang naik tiap hari, ongkos bulanan membengkak drastis. Harusnya ada kartu khusus atau diferensiasi tarif buat pekerja," keluh akun @andri_cgk di Instagram.

Tak hanya soal harga, warganet juga mempertanyakan jaminan ketepatan waktu (headway) armada TransBandara di tengah potensi kemacetan lalu lintas darat menuju bandara.

Adsense

"Tarif naik tinggi gak masalah kalau fasilitas sebanding. Masalahnya jalur tol tetap macet, jaminan waktu tiba tidak ada. Kalau mengejar penerbangan tetap berisiko," timpal akun @rizky.traveler.

Baca juga : Djoko Setijowarno: Untuk Menekan Angka Kemacetan Sangat Baik

Tanggapan Gubernur dan Pemprov DKI

Kepastian kenaikan tarif ini sebelumnya disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Jakarta Selatan pada Senin (31/8/2026). Ia menegaskan bahwa tarif baru Rp 15.000 resmi berlaku menyusul selesainya masa sosialisasi layanan yang telah berjalan sejak 12 Maret 2026.

“Mengenai tarif Rp 15.000, karena ini sudah diumumkan dan diputuskan, besok akan resmi diberlakukan untuk rute Blok M ke Soekarno-Hatta,” ujar Pramono.

Baca juga : Francine Eustacia: Kami Menolak Karena Belum Ada Kajian

Meski diterpa nada miring dari para komuter, beberapa warganet yang merupakan penumpang kasual (bukan pekerja harian) menganggap tarif anyar ini masih relatif wajar jika dibandingkan moda transportasi bandara lainnya seperti taksi online.

"Kalau buat traveler biasa sih Rp 15.000 masih terjangkau banget dibanding taksi online yang bisa Rp150 ribu. Tapi ya itu, jumlah armada busnya wajib ditambah," tulis akun @ditofeb*** di platform X.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense