BREAKING NEWS
 

Rio Minta Tarif TransBandara Dievaluasi Berkala Dan Sediakan Tiket Bundling

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 5 September 2026 12:19 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Foto: DPRD DKI

RM.id  Rakyat Merdeka - Tarif baru TransBandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 15.000 dinilai masih perlu dikaji.

Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengingatkan, jangan sampai tarif yang terlalu tinggi justru membuat masyarakat meninggalkan transportasi publik.

Menurut Rio, tarif TransBandara memang wajar berada di atas tarif Transjakarta reguler. Sebab, jarak tempuh, penggunaan jalan tol, waktu perjalanan, dan biaya operasionalnya berbeda.

Namun, dengan kapasitas fiskal DKI Jakarta yang relatif kuat, dia menilai tarif Rp 15.000 perlu dievaluasi agar tetap terjangkau dan kompetitif dibandingkan bus bandara, taksi, maupun kereta bandara.

Baca juga : Tekor Ratusan Miliar Setiap Tahun, Tarif Ragunan Diusulkan Naik Jadi Rp 10 Ribu

"Prinsipnya, masyarakat tetap membayar sebagian biaya perjalanan, sementara APBD memberikan subsidi secara terukur," kata Rio kepada Rakyat Merdeka, Jumat (4/9/2026).

Dia menegaskan transportasi publik tidak harus gratis. Yang penting, pemerintah tetap hadir memastikan masyarakat memiliki pilihan angkutan menuju bandara dengan tarif terjangkau tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.

Adsense

Rio juga meminta evaluasi tarif dilakukan berkala, misalnya setiap enam bulan. Evaluasi harus melihat tingkat okupansi, biaya operasional riil, kualitas pelayanan, serta kemampuan masyarakat.

"Tarif seharusnya mengikuti hasil evaluasi dan kebutuhan pelayanan publik," tegasnya.

Baca juga : Pansus DPRD DKI Tegaskan Pengiriman Sampah Cafe ke TPS Liar Nagrak Dihentikan

Untuk menjaga keterjangkauan, dia mengusulkan tiket bundling atau langganan bagi pekerja bandara, mahasiswa, dan pengguna rutin. Integrasi tiket dan layanan pengumpan dari simpul seperti Tanah Abang, Palmerah, dan Kebayoran juga dinilai penting.

Menurut Rio, perluasan akses tersebut akan membuat TransBandara tidak hanya melayani warga di sekitar Blok M, tetapi juga menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, menurut saya Transbandara harus menjadi layanan publik yang terjangkau sekaligus dikelola secara sehat dan berkelanjutan," ujarnya.

Karena itu, Rio meminta tarif Rp 15.000 dievaluasi dengan membandingkan biaya operasional, tingkat okupansi, kualitas layanan, dan daya beli masyarakat.

Baca juga : Naik 4 Kali Lipat, Tarif TransBandara Tambah Beban Transportasi Pekerja Soetta

"Jangan sampai tarif yang terlalu tinggi justru membuat masyarakat enggan menggunakan transportasi publik yang sebenarnya ingin kita dorong," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense