RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengingatkan agar modernisasi Jakarta sebagai kota global tidak membuat masyarakat melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan saat memimpin peringatan Rapat Raksasa IKADA ke-81 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rano menyoroti pentingnya menjaga memori kolektif bangsa di tengah pembangunan Jakarta yang terus berkembang.
Baca juga : Pramono Bakal Naikkan Tarif Tiket Ragunan 2,5 Kali Lipat Lebih Mahal
"Jakarta sejak dahulu adalah melting pot Indonesia, tempat perbedaan tidak saling meniadakan, tetapi justru saling memperkaya," katanya.
Menurut Rano, Jakarta kini tengah memasuki babak baru dengan visi sebagai kota global. Pembangunan kota diarahkan tidak hanya pada kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga transportasi, lingkungan, kebudayaan, serta kualitas sumber daya manusia.
"Hari-hari ini Jakarta sedang memasuki babak baru. Kita sedang bergerak menuju kota global. Kita ingin Jakarta menjadi kota yang sejajar dengan kota-kota besar dunia yang maju transportasinya, kuat ekonominya, hijau lingkungannya, modern infrastrukturnya, hidup kebudayaannya, dan tinggi kualitas manusianya," jelas Rano.
Baca juga : Pramono Bakal Publikasikan Peta Daerah Rawan Bencana di Jakarta
Meski demikian, Rano menekankan bahwa status Jakarta sebagai kota global tidak boleh membuat identitas dan sejarah bangsa tersisihkan. Menurutnya, pembangunan modern harus tetap memiliki pijakan pada sejarah perjuangan masyarakat Indonesia.
"Menjadi kota global bukan berarti kehilangan ingatan lokal dan nasional. Kita boleh membangun gedung semakin tinggi, tetapi akar sejarah kita harus semakin dalam. Kita boleh menatap dunia semakin jauh, tetapi jangan pernah kehilangan kemampuan untuk menoleh ke belakang, sebab kota yang kehilangan ingatan akan kehilangan jiwanya," tuturnya.
Rano kemudian mengaitkan semangat perjuangan tersebut dengan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, perjuangan di masa sekarang dapat diwujudkan melalui upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Baca juga : Pramono Tutup Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di Jakarta
"Hari ini perjuangan kita tentu berbeda. Kita tidak lagi diminta mengangkat senjata, tetapi kita diminta melawan kemiskinan, melawan ketimpangan, memperluas pendidikan, membuka kesempatan kerja, memperbaiki transportasi, menjaga lingkungan, melindungi mereka yang lemah," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.