BREAKING NEWS
 

Kaji Ulang Ganjil Genap dan CFD Jakarta, Pramono: Harus Beri Manfaat

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Senin, 28 September 2026 15:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal mengevaluasi total kebijakan ganjil-genap dan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kebijakan transportasi tidak sekadar formalitas, melainkan membawa dampak nyata bagi warga Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi rencana evaluasi tersebut usai menjadwalkan pertemuan khusus bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, pada Senin (28/9/2026) sore.

Baca juga : Pemprov Pastikan Layanan Dasar Warga Tetap Berjalan

"Sore ini saya menerima Kadishub yang akan melaporkan beberapa hal, termasuk di dalamnya ganjil-genap dan Car Free Day," kata Pramono saat meninjau kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Pramono menegaskan, dirinya enggan mempertahankan aturan yang minim efektivitas. Setiap kebijakan publik yang digulirkan Pemprov DKI Jakarta dituntut memberikan manfaat signifikan.

Adsense

"Saya tidak mau kebijakan itu hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak signifikan bagi perubahan atau masyarakat. Apa pun yang nanti diputuskan, itu harus memberikan manfaat banyak bagi warga Jakarta," tegasnya.

Wacana CFD Dua Kali Sepekan

Baca juga : Pemprov DKI Pertahankan Fasilitas Jalur Sepeda

Salah satu fokus evaluasi yang mencuat adalah gagasan menambah frekuensi CFD menjadi dua kali dalam sepekan, yakni pada Sabtu dan Minggu.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai wacana tersebut sangat potensial untuk menekan laju emisi gas buang dan polusi udara di Jakarta.

"Itu usul yang menarik karena pasti menurunkan emisi," ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Baca juga : Bank Jakarta-PT SMI Kucurkan 2,11 Triliun Untuk 7 Proyek Infrastruktur Jakarta

Meski begitu, Rano menekankan perlunya kajian matang dari sisi mobilitas warga sebelum opsi tersebut dieksekusi. Pelaksanaan CFD pada hari Sabtu dinilai memiliki tantangan tersendiri dibanding hari Minggu.

"Kalau Minggu pasti lebih gampang. Kalau Sabtu, masih ada aktivitas operasional warga dan perkantoran. Hal-hal seperti ini yang harus dipertimbangkan," tutur Rano.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense