RM.id Rakyat Merdeka -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap mengubah wajah kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menjadi kawasan terpadu berbasis Transit-Oriented Development (TOD). Proyek bertajuk Blok M Hub ini dirancang untuk mengintegrasikan layanan transportasi publik dengan pusat hunian dan gaya hidup urban modern.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa kesepakatan antara PT MRT Jakarta dan pihak pengembang telah dicapai. Proses launching sekaligus peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
"Untuk Blok M sebenarnya sudah ada kesepakatan antara MRT dengan developer yang ada. Minggu depan ini saya akan hadir untuk launching sekaligus groundbreaking di tempat itu," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Baca juga : Terinspirasi New York, Pramono Siapkan Transjakarta Terbang ke Udara
Pramono mengungkapkan, pengembangan Blok M Hub akan mencakup pembangunan dua tower baru. Kendati demikian, ia masih merahasiakan rincian teknis serta ketinggian kedua bangunan tersebut hingga acara peluncuran resmi digelar.
Ia menegaskan, proyek ini digarap bersama pihak swasta yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam pembangunan infrastruktur di ibu kota.
"TOD itu dikembangkan bersama developer yang profesional dan kredibel, yang selama ini sudah mempunyai banyak kontribusi dalam pembangunan di Jakarta," tambahnya.
Fasilitas Lengkap dan Ruang Publik
Tak sekadar menjadi simpul transit kendaraan umum, Blok M Hub dirancang sebagai kawasan multifungsi (mixed-use). Pemprov DKI menyiapkan area ini untuk menampung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari hunian hingga pusat perbelanjaan.
Baca juga : Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah Perkuat Fiskal Dan Biayai Pembangunan
Di dalam kawasan terpadu tersebut nantinya akan berdiri apartemen, hotel, mal, serta ruang terbuka publik. Menurut Pramono, Blok M dipilih sebagai salah satu prioritas utama lantaran infrastruktur dan ekosistem mobilitas di kawasan tersebut sudah sangat siap.
"Selain ada apartemen, ada hotel, mal, ada tempat untuk aktivitas publik, dan sebagainya. Salah satu alasan kenapa dilakukan di Blok M, karena kawasan tersebut memang sudah siap untuk itu," jelasnya.
Ekspansi TOD ke Harmoni hingga Manggarai
Pengembangan kawasan berbasis transit ini dipastikan tidak berhenti di Blok M semata. Pemprov DKI Jakarta telah memetakan sejumlah titik strategis lain yang terhubung dengan jaringan transportasi masal, baik MRT Jakarta maupun LRT Jakarta.
Untuk koridor MRT, penataan berbasis TOD selanjutnya akan menyasar kawasan Harmoni yang terhubung dengan Pasar Baru, Glodok Pecinan, hingga kawasan bersejarah Kota Tua.
Baca juga : Blok M Ditata Ulang, Pramono Targetkan Groundbreaking Pekan Depan
Sementara untuk jaringan LRT Jakarta, potensi lahan luas di Kelapa Gading dan Manggarai juga masuk dalam radar pengembangan kawasan serupa.
"Pengembangan Jakarta memang di beberapa tempat yang berkaitan dengan transportasi, termasuk LRT nanti di Kelapa Gading yang kita punya space cukup luas. Baik di Kelapa Gading maupun Manggarai, pasti akan kita kembangkan menjadi TOD baru," pungkas Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.