BREAKING NEWS
 

Mudahkan Penumpang Berpindah Moda Transportasi

Skybridge LRT-KRL Manggarai Ditargetkan Rampung Bulan Ini

Reporter & Editor :
DAUD FADILLAH
Selasa, 6 Oktober 2026 06:25 WIB
Pejalan kaki harus menyeberangi Jalan Sultan Agung untuk menuju pedestrian di bawah Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan. (Foto: Edy Burnama/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan jembatan layang (skybridge) penghubung antar moda transportasi di Manggarai, ditargetkan rampung bulan ini. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan kenyamanan, kemudahan dan keamanan penumpang.

Berdasarkan reportase Videografer Rakyat Merdeka, Senin (28/9/2026), Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Manggarai belum sepenuhnya terintegrasi dengan Stasiun Lintas Raya Terpadu (LRT), Jakarta Selatan.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Cyril Raoul Hakim pun mengakui, perpindahan penumpang dari Stasiun KRL Manggarai ke Stasiun LRT Manggarai, atau sebaliknya, memang masih belum ideal.

Karena, lanjut Cyril, akses langsung antarmoda belum tersambung penuh. “Kami juga melihat kondisi tersebut. Harus segera diperbaiki,” tandas pria yang akrab disapa Mas Chico ini.

Chico menjelaskan, konektivitas moda transportasi publik di Manggarai, dirancang menghubungkan tiga moda. Yakni, LRT Jakarta, KRL dan Bus Transjakarta, tanpa penumpang harus turun ke badan jalan, seperti hasil reportase Videografer RM.

Pengerjaannya dilakukan Jakpro dan LRT Jakarta bersama Kereta Api Indonesia (KAI). “Termasuk penuntasan skybridge,” tandasnya, via WhatsApp (WA) kepada Editor Rakyat Merdeka, Senin (5/10/2026).

Baca juga : Kroasia Vs Spanyol, Balas Dendam Yang Sulit

Menurut Chico, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong agar penyelesaian proyek integrasi dipercepat. Sekaligus menyiapkan jalur pejalan kaki alternatif yang lebih aman, selama akses utama belum selesai. “Penunjuk arah sementara di kawasan stasiun juga sudah dipasang, agar penumpang tidak tersesat,” jelasnya.

Dia menandaskan, LRT Kelapa Gading-Manggarai sudah beroperasi. Yang masih dikerjakan adalah proyek yang berkaitan dengan kenyamanan pindah antarmodanya.

Chico menegaskan, Manggarai adalah simpul harian yang sangat padat. “Jadi, jalur pejalan kaki tidak boleh dibiarkan sempit atau memaksa orang turun ke jalan,” tandasnya.

Chico meminta waktu sebentar untuk menghubungi Jakpro-pelaksana proyek LRT- mengenai kapan kira-kira skybridge rampung.

Adsense

Tak lama kemudian, dia mengirim WA kembali. “Bulan ini rampung, dengan dua jalur. Satu ke Bus Transjakarta. Satu masuk ke LRT Manggarai,” jelas Chico.

Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, yang paling realistis adalah mempercepat pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau skybridge, langsung dari Stasiun LRT Manggarai menuju Kompleks Stasiun KRL Manggarai.

Baca juga : Start Buruk, Finis Menusuk

“Koneksi langsung ini sedang dibangun bersama KAI. Tapi, target sebelumnya, September 2026, sudah terlewati,” kata Koordinator Komisi D DPRD DKI ini.

Wibi pun menyarankan pembangunan pedestrian deck yang lebih lebar dan terlindung, sehingga penumpang tidak perlu turun dan bercampur dengan lalu lintas di Jalan Sultan Agung.

“Konsep pedestrian deck sudah masuk dalam rencana pengembangan LRT Manggarai-Dukuh Atas,” jelasnya, dalam wawancara via WA dengan Editor Rakyat Merdeka, Senin (5/10/2026).

Untuk mengatasi hal ini, Wibi mendorong dua tahap. Jangka pendek, benahi dan lebarkan jalur pedestrian yang ada. Jangka panjang (permanen), membuat koneksi elevated langsung LRT-KRL-TransJakarta.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno yang kami hubungi lewat telepon, juga bercerita mengenai pengalamannya yang serupa dengan reportase Videografer RM.

“Minggu lalu, saya juga naik LRT dari Stasiun Manggarai ke Kelapa Gading,” cerita Djoko, sembari mengirimkan fotonya di depan Stasiun LRT Manggarai via WA kepada RM.

Baca juga : Akan Bacakan Putusan Gugatan Ijazah Gibran, MK Jadi Pusat Perhatian

Mengenai integrasi Stasiun LRT dengan Stasiun KRL dan Halte Bus Transjakarta, Djoko menyarankan agar dibangun skybridge yang lebih lebar.

Dengan demikian, skybridge ini juga bisa disewakan, misalnya kepada tenant kuliner sehingga berfungsi ganda. Sebagai sarana integrasi moda transportasi publik dan menggerakkan roda perekonomian.

Jadi, bukan sekadar mengintegrasikan LRT, KRL Bus Transjakarta dan moda transportasi publik lain. Melainkan, juga bisa jadi tempat nongkrong bagi masyarakat. “Jadi asyik tuh, kita juga bisa makan-makan dan ngopi-ngopi di skybridge,” katanya, sambil tertawa. [DAF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense