RM.id Rakyat Merdeka - Aspirasi masyarakat meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI merevitalisasi Waduk Melati, layak ditindaklanjuti. Sebab, berada di lokasi strategis di tengah kota, waduk tersebut memiliki potensi menjadi destinasi wisata sekaligus memperkuat pengendalian banjir.
Permukiman semakin padat. Gedung bertingkat menjulang di mana-mana. Warga Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang terbuka hijau yang nyaman untuk mengusir penat.
Hal itu, antara lain tampak dalam curhat pembaca Rakyat Merdeka ini: Kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, mohon agar Waduk Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, direvitalisasi dan ditata, agar bisa menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata.
Lokasinya sangat strategis, berada di tengah kawasan gedung-gedung pencakar langit, dengan pemandangan yang menarik.
Jika dibenahi dengan baik, waduk ini berpotensi menjadi tempat warga bersantai dan menikmati suasana kota, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru.
Baca juga : Ledek Mao Zedong, Mbappe Diboikot China
Mohon kawasan tersebut mendapat perhatian, agar lebih bersih, tertata, dan nyaman dikunjungi. Demikian curhat pembaca Koran RM melalui nomor telepon 087825436XXX.
Kemudian, Videografer RM mengecek kondisi Waduk Melati, berjalan kaki, mulai dari Gedung Pompa Waduk Melati/Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) di Jalan Talang Betutu Ujung hingga ke dekat Jalan Dukuh Pinggir, Selasa (27/10/2026).
Salah satu yang tampak semakin jelas dari Jalan Dukuh Pinggir adalah Menara BNI di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Sedangkan yang jelas terdengar adalah seruling (klakson) kereta dari Stasiun Sudirman Baru atau Stasiun BNI City.
Selanjutnya, Videografer RM kembali ke Jalan Talang Betutu Ujung. Total berjalan kaki bolak-balik di tepi Waduk Melati sekitar 30 menit. Selama perjalanan, terlihat sejumlah pria asyik memancing di tepi waduk yang airnya hijau gelap itu.
Tampak pula bagian jalan bersemen yang masih cukup bagus. Ada juga yang sudah retak. Di retakan itu tumbuh rerumputan liar. Sebuah pohon yang tak terlalu besar tumbang, agak menutupi jalan. Pejalan kaki agak merunduk untuk melewatinya.
Baca juga : Aston Martin Terpuruk, Honda Siapkan Dua Jurus
Ada pula bagian jalan di tepi Waduk Melati yang sudah rusak, sehingga berupa tanah saja. Sampah berceceran di sekitarnya, membuat kawasan itu tampak kumuh.
Sedangkan bagian depan Waduk Melati, di Jalan Talang Betutu Ujung, tampak cerah. Bagian ini sedang direvitalisasi. Tempat duduk dan tempat menanam pohon yang terbuat dari semen, baru selesai dibangun. Tapi, belum diresmikan, karena masih ada pengerjaan bagian-bagian lain di sekitarnya.
Berposisi di atas tepian waduk, lokasi ini berpotensi jadi tempat nongkrong masyarakat, sambil memandangi gedung-gedung pencakar langit yang mengitari Waduk Melati.
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Bun Joi Phiau menyambut baik harapan masyarakat mengenai revitalisasi atau penataan Waduk Melati, agar nyaman dikunjungi itu.
“Waduk Melati berada di jantung kota, dikelilingi gedung-gedung tinggi, sehingga potensinya sebagai ruang terbuka publik memang besar,” demikian tanggapan Bun melalui WhatsApp (WA) kepada Editor Rakyat Merdeka, Rabu (28/10/2026).
Baca juga : Bahlil Cari Pasokan ke China & India, Tenang Stok BBM Aman
Bun memahami, Warga Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang yang nyaman untuk bersantai, berolahraga, dan berinteraksi. “Aspirasi seperti ini patut didengar Dinas Sumber Daya Air,” tandas politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Namun, Bun juga mengingatkan bahwa fungsi utama waduk adalah pengendali banjir dan penampung air. “Penataan untuk ruang publik atau wisata, tidak boleh mengorbankan fungsi utama waduk,” ujarnya.
Bun menambahkan, revitalisasi harus dimulai dari pengerukan, pengelolaan kualitas air, dan kebersihan. Kemudian, baru penataan kawasan, seperti jalur pejalan kaki, area teduh, tempat duduk, dan fasilitas yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Bun berjanji akan mendorong Dinas SDA DKI menyusun rencana yang jelas dan terbuka, dengan melibatkan warga sekitar, serta memastikan pemeliharaan Waduk Melati dianggarkan secara berkelanjutan.
“Tanpa perawatan, taman yang indah akan cepat kumuh kembali. Saya siap mengawal agar penataan Waduk Melati bermanfaat bagi warga, bukan hanya mempercantik tampilan,” katanya. [EDY/DAF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.