Dark/Light Mode

Ledek Mao Zedong, Mbappe Diboikot China

Kamis, 29 Oktober 2026 06:20 WIB
Kylian Mbappe. (Foto: Instagram/k.mbappe)
Kylian Mbappe. (Foto: Instagram/k.mbappe)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah perusahaan asal China langsung memutus kontrak kerja sama dengan Mbappe. Meledek Mao Zedong adalah persoalan sensitif dalam kehidupan politik dan sosial China.

Kylian Mbappe tengah menjadi sorotan di China. Bintang Real Madrid itu menuai kecaman setelah komentarnya mengenai meme bergambar Mao Zedong dianggap menyinggung perasaan masyarakat Negeri Tirai Bambu.

Kontroversi bermula ketika Mbappe menjalani wawancara singkat dan ditanya mengenai meme internet favoritnya. Penyerang Timnas Prancis itu menyebut sebuah meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada sosok pemimpin revolusioner China, Mao Zedong.

Mbappe menyebut sosok dalam meme tersebut sebagai seorang diktator China. Ia juga mengaku sering menggunakan meme itu sebagai bahan candaan bersama teman-temannya di internet.

Baca juga : Aston Martin Terpuruk, Honda Siapkan Dua Jurus

Pernyataan tersebut kemudian memicu gelombang kritik di China. Video itu viral di media sosial dan memunculkan seruan boikot terhadap pemain berusia 27 tahun tersebut.

Dampak kontroversi tidak berhenti di media sosial. Tiga perusahaan China, yakni produsen minuman Dongpeng, perusahaan susu Mengniu, dan produsen keju Milkground, mengumumkan penghentian kerja sama dengan Mbappe.

Kontroversi ini juga merembet ke RedNote. Platform tersebut menyatakan kerja sama kontennya dengan Mbappe sebenarnya telah berakhir pada 2024. RedNote juga mengumumkan akan menghapus materi promosi terkait dan membatasi akun Mbappe agar tidak menerima pengikut baru.

Kecaman juga datang dari pemerintah China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa perkataan dan tindakan yang melukai perasaan masyarakat China secara alami akan mendapat penolakan dari berbagai kalangan masyarakat.

Baca juga : Bahlil Cari Pasokan ke China & India, Tenang Stok BBM Aman

Mao Zedong merupakan tokoh revolusioner yang memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat China pada 1949. Sosoknya masih memiliki posisi penting dalam sejarah dan identitas nasional China, sehingga candaan yang dianggap merendahkan dirinya dapat memicu reaksi keras.

Warisan politik Mao juga diwarnai berbagai kebijakan kontroversial yang menyebabkan penderitaan dan kematian jutaan orang. Namun, kritik terhadap sosoknya tetap menjadi persoalan sensitif dalam kehidupan politik dan sosial China.

Menghadapi gelombang kritik tersebut, Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf. “Dalam wawancara baru-baru ini, saya menanggapi sebuah gambar tentang diri saya,” kata Mbappe.

“Komentar saya kurang tepat, dan sekarang saya mengerti bahwa itu telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia.”

Baca juga : Bertemu Luhut, Yusril Mau Revisi Definisi Korupsi

Mbappe menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menyinggung masyarakat China.

“Saya sangat menghormati rakyat China dan sejarah mereka. Saya benar-benar menyesal,” lanjutnya. Permintaan maaf itu disampaikan dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris.

Dampak kontroversi tersebut turut menjalar ke dunia penyiaran. China Media Group, yang menaungi stasiun televisi pemerintah CCTV, dilaporkan menghentikan penayangan pertandingan La Liga serta acara lain yang melibatkan Mbappe. Materi iklan yang menampilkan sang pemain juga dilaporkan ditarik.

La Liga merespons dengan menyatakan penyesalan atas ketersinggungan yang ditimbulkan oleh komentar Mbappe. Kompetisi sepakbola Spanyol itu menegaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan Mbappe dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili La Liga. [GO]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.