BREAKING NEWS
 

Banyak Halte Tidak Layak & Sulit Diakses

Fasilitas Transportasi Umum Jakarta Butuh Pembenahan

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 1 November 2026 06:25 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan. (Foto: Instagram/augustham)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diimbau memprioritaskan pembenahan fasilitas transportasi umum di Ibu Kota sebelum membantu daerah lain. Di antaranya halte tidak layak dan sulit diakses.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta August Hamonangan meminta, Pemprov DKI lebih dulu membenahi fasilitas transportasi umum di Ibu Kota yang masih banyak kekurangan.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bersedia membantu membangun halte Bus Transjabodetabek di Kota Bekasi, Jawa Barat.

August mengingatkan, masih banyak titik pemberhentian Bus Transjakarta dan angkutan Jak-Lingko yang belum dilengkapi halte memadai. Akibatnya, penumpang terpaksa menunggu di bawah terik matahari atau kehujanan.

“Saya ingin mengingatkan Gubernur bahwa fasilitas transportasi publik di Jakarta masih banyak kekurangannya. Maka, Pemprov DKI harusnya lebih memerhatikan itu terlebih dahulu, sebelum berambisi membangun di daerah lainnya,” ujar August, Kamis (29/10/2026).

Dia mencontohkan, kondisi di sepanjang rute 4B Manggarai–Universitas Indonesia (UI) yang dilayani bus pengumpan. Menurutnya, sejumlah titik pemberhentian di rute tersebut perlu dilengkapi halte agar penumpang lebih nyaman.

Baca juga : Liverpool Vs Arsenal, Jangan Bikin Malu Anfield

August juga menyoroti Halte JORR di Koridor 13 Transjakarta, yang berada di jalur layang Jakarta–Ciledug. Dia menyebut, penumpang harus menaiki sekitar 100 anak tangga untuk mencapai halte tersebut.

“Itu membuat banyak orang merasa lelah dan tidak nyaman untuk naik Transjakarta dari sana,” ucap Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.

Kondisi tersebut, lanjut August, semakin menyulitkan penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak karena halte itu tidak dilengkapi eskalator atau lift.

Dia pun meminta Gubernur DKI memprioritaskan pembenahan fasilitas transportasi di Jakarta sebelum mengalokasikan anggaran untuk pembangunan halte di daerah lain.

Adsense

Sebelumnya, Gubernur Pram berkelakar, Pemprov DKI bisa membangun halte Transjabodetabek di Kota Bekasi jika pemerintah setempat tak kunjung menyediakan fasilitas tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Pram saat penandatanganan perpanjangan kerja sama pengelolaan sampah antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Baca juga : Meski Terpuruk Di Klasemen, Sergio Perez Dikunci Cadillac Hingga 2029

“Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi. Kenapa haltenya tak dibangun-bangun. Kalau kami yang bangun, nanti salah. Tetapi, kalau tak dibangun, nanti kami yang bangun tak apa-apa,” kata Pramono.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, Pram menegaskan, pembangunan halte bertujuan melengkapi sarana transportasi yang menghubungkan Jakarta dan Bekasi.

Dia mengaku tidak membedakan warga berdasarkan wilayah tempat tinggalnya. “Intinya, supaya sarana transportasi ini menjadi semakin lengkap, semakin baik,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pembangunan halte sudah berproses dan ditargetkan selesai pada akhir November.

Tri juga membuka kemungkinan adanya dukungan dari Pemprov DKI kepada Pemkot Bekasi melalui kerja sama antardaerah.

Menurutnya, pemerintah daerah dapat saling membantu untuk menyelesaikan persoalan yang tidak bisa ditangani sendiri.

Baca juga : IHSG Sedang Menurun, Semoga Bangkit Lagi

“Tidak tertutup kemungkinan, dalam suatu proses kerja sama, Pemerintah DKI memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Bekasi,” ujarnya.

Dia menilai, semangat gotong royong perlu diterapkan dalam pembangunan daerah, termasuk melalui dukungan pemerintah yang memiliki kemampuan lebih besar kepada daerah yang membutuhkan.

“Saya kira itulah sikap hidup gotong royong. Karena, saat inisiasi pembangunan, satu daerah tidak mungkin menyelesaikan persoalan itu sendiri,” imbuhnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense