Dark/Light Mode

IHSG Sedang Menurun, Semoga Bangkit Lagi

Sabtu, 31 Oktober 2026 08:23 WIB
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan IHSG, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan IHSG, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang turun. Semoga saja, di pekan depan, pasar modal kita kembali bangkit dan menguat.

Pada pembukaan perdagangan Senin (26/10/2026), IHSG berada di level 5.442,30. Namun, indeks terus tertekan. 

Dalam pembukaan Jumat (30/10/2026), grafik IHSG naik-turun. Saat turun, IHSG sempat menyentuh level 4.979,34. Sedangkan saat naik, sempat mencapai 5.116. Sorenya, IHSG ditutup di level 5.075,05. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, polemik Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih menghantui kepercayaan pelaku pasar. Selain itu, IHSG juga terdampak perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS). Khususnya, terkait kenaikan inflasi yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.

Baca juga : Kerja MBG Seperti Main Ular Tangga

Catatan Maximilianus, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS meningkat dari 3,4 persen menjadi 3,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara, belanja konsumen melambat dari 0,9 persen menjadi 0,5 persen.

Kenaikan inflasi di tengah perlambatan belanja konsumen tersebut menambah ketidakpastian terhadap arah suku bunga AS. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Keamanan dan Pertahanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mengajak semua pihak menghadapi penurunan IHSG dan juga rupiah dengan kepala dingin. 

“Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, BEI, perbankan, BUMN, dan dunia usaha harus bergerak dalam satu tujuan yang sama, yakni menjaga stabilitas rupiah, memperkuat daya beli rakyat, serta memastikan pasar modal tetap kredibel, transparan, dan menarik bagi investor,” ujar politisi yang akrab Bamsoet, saat menghadiri penutupan Rapimnas Kadin Indonesia, di Jakarta, Jumat (30/10/26).

Baca juga : Kasus Ijazah, Jokowi Nyatakan Akan Datang ke Pengadilan

Bamsoet menjelaskan, tekanan eksternal memang masih tinggi. Rupiah berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS, sementara pasar saham mengalami volatilitas akibat kombinasi sentimen global, ketegangan geopolitik, arus modal, dan kekhawatiran investor terhadap tata kelola pasar.

Namun, kata dia, fondasi ekonomi nasional tetap memiliki daya tahan. Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 masih sebesar 146,3 miliar dolar AS atau setara 5,3 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional. Inflasi September 2026 juga terkendali sebesar 3,28 persen secara tahunan dan masih berada dalam sasaran Bank Indonesia.

Bamsoet melanjutkan, indikator kepercayaan konsumen juga masih berada pada zona optimistis di angka 118,1. Kredit perbankan tumbuh 13,26 persen secara tahunan, sementara rasio kecukupan modal perbankan berada di level kuat, yakni 24,10 persen.

“Artinya, kegiatan ekonomi kita masih berjalan. Yang dibutuhkan adalah respons yang tepat dan konsisten,” kata Bamsoet.

Baca juga : Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Mengerikan

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, untuk membangkitkan IHSG, Pemerintah, OJK, dan BEI perlu melakukan pembenahan secara menyeluruh. Agar kepercayaan investor pulih. Khususnya investor asing.

"Kunci utama pemulihan IHSG adalah mengembalikan kepercayaan pasar (market confidence), memperbaiki transparansi, serta menciptakan kepastian regulasi," ujar Nafan, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Jumat (30/10/2026). 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.