BREAKING NEWS
 

Libur Panjang Picu Penambahan Positif Corona

Waspadai Klaster Wisata Dan Tempat Hiburan Ya...

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 21 Agustus 2020 06:34 WIB
Warga Jakarta di kawasan wisata Pantai Ancol, Jakarta yang sudah dibuka sejak Sabtu, 20 Juni (Foto : Rakyat Merdeka/Putu Wahyu Rama)

 Sebelumnya 
Perlu Pengawasan Ketat

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengingatkan, perlu diwaspadai klaster tempat wisata selama periode libur panjang. Sebab, risiko penularan Covid-19 di tempat wisata sangat tinggi. Padahal, puncak kasus di Indonesia belum terlewati.

Makanya terlalu gegabah saat ini tak ada pembatasan pergerakan orang dan sektor pariwisata. Satu-satunya cara dengan memperketat protokol kesehatan di tempat wisata.. Sebab, kalau tidak ada pengawasan, tidak akan optimal. Tingkat kesadaran warga juga berbeda satu sama lain. Untuk itu, bagi warga yang belum sadar, harus ada penindakan.

Baca juga : ASDP Catat Kenaikan Trafik Penumpang Dan Kendaraan

“Wisata itu kalau lagi normal. Saat keadaan pandemi seperti ini, setiap orang harus sadar, sabar dulu,” imbaunya.

Anies Kebingungan 

Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas menilai, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih kebingungan karena belum ketemu formula yang pas untuk meredam penye-lbaran Covid-19 di Ibu Kota. Masifnya swab test dan rapid test di Jakarta belum menyelesaikan permasalahan pandemi.

Baca juga : Bayar Pajak Kendaraan di JakOne Mobile Bisa Dapat Hadiah Mobil

Ilyas mengungkapkan, saat ini penyebaran virus corona di Jakarta belum sepenuhnya terdeteksi. Padahal, klaim Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes swab ke warga dengan cukup masif. Bahkan, kapasitas tes diklaim telah empat kali lipat melampaui standar tes yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO. “Tapi nyatanya kasus nggak kurang-kurang,” sebut Ilyas.

Saat ini, yang dapat dilakukan Pemprov DKI adalah memperketat pengawasan. Sebab, pngawasan masih sangat kendur. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta kesulitan memantau pergerakan orang kaluar masuk DKI. Apalagi, selama PSBB transisi, warga daerah penyangga bebas keluar masuk Jakarta.

“Pengawasan harus lebih ketat. Selama ini PSBB diterapkan, nggak ada perubahan. Sama aja. Pergerakan orang keluar masuk juga tidak terdeteksi,” tandasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense