RM.id Rakyat Merdeka - Warga ibukota sebaiknya menghabiskan waktu liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di rumah saja untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, momen liburan sudah terbukti memicu kenaikan kasus Corona.
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengungkapkan, ada tiga periode liburan yang terbukti menyebabkan kenaikan kasus positif Corona.
Pertama, libur panjang Idul Fitri pada 22-25 Mei. Liburan itu berdampak pada peningkatan kasus positif hingga 69 sampai 93 persen pada 28 Juni. Kedua, libur panjang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, yang kemudian dilanjutkan libur pada 20-23 Agustus.
Akibat liburan itu, terjadi peningkatan kasus positif sebesar 58 sampai 118 persen pada pekan pertama hingga ketiga di September 2020. Dan, Ketiga, libur panjang 28 Oktober sampai 1 November 2020.
Baca juga : Libur Nataru, Doni Ajak Warga Di Rumah Saja
Libur itu berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 17 sampai 22 persen pada 8-22 November. Dia menyarankan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membatalkan dan melarang seluruh acara kerumunan menyambut Nataru.
“Larang seluruh kegiatan akhir tahun. Koordinasi dengan Satgas untuk memastikan tidak ada keramaian dan pesta di tempat wisata, bar, cafe,” ujar Dicky dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurutnya, Pemprov perlu membatasi pergerakan orang. Apalagi, libur akhir tahun berdekatan dengan gelaran Pilkada Serentak 9 Desember. Tanpa ada langkah antisipasi, Rumah Sakit (RS) dan tenaga kesehatan, hingga pemakaman akan semakin kewalahan. “Batasi pergerakan orang keluar masuk Jakarta. Seperti dulu awal ada check point di perbatasan,” sarannya.
Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak mengimbau, gereja di Jakarta menerapkan protokol kesehatan ketat dalam perayaan Natal nanti.
Baca juga : Teroris Ali Kalora Bunuh 4 Warga Dan Bakar 7 Rumah Di Sigi
“Perlu ada pembatasan jemaat yang hadir dan aturan dasar lainnya. Gereja, umat nasrani, agar memberi contoh yang baik, dan mengurangi beban Pemprov DKI,” pinta Gilbert.
Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo mengingatkan, libur panjang telah terbukti menjadi sarana penularan Corona serta memunculkan klaster keluarga. “Kami mengajak liburan kali ini yakni liburan aman dan nyaman tanpa jalan-jalan bepergian,” imbau Doni di Graha BNPB, Jakarta, kemarin.
Doni menyampaikan, selain ancaman Corona, Indonesia tengah menghadapi potensi bencana akibat hujan lebat, seperti banjir dan longsor. Kondisi ini dapat memicu imun tubuh menurun.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito memperkirakan, libur panjang akhir tahun berpotensi menimbulkan kenaikan kasus dua hingga tiga kali lipat dibandingkan saat libur panjang akhir Oktober 2020 dan Agustus 2020.
Baca juga : Wagub DKI: Nggak Usah Pergi Jauh, Tolong Di Rumah Saja
“Kenaikan kasus itu terjadi lantaran masyarakat kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” ungkapnya.
Dia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan. Patuhi 3M yakni memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.