Sebelumnya
“Ini juga guna memastikan kelancaran operasional penerbangan setiap hari,” imbuh Danang. Lion Air mengoptimalkan pesawat dengan menjalankan rotasi pergerakan pesawat yang disesuaikan jarak pada rute, infrastruktur bandar udara, tingkat keterisian penumpang (demand) dan lainnya.
Lion Air menggunakan sistem yang terstruktur dan koordinasi yang berkesinambungan antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional serta keputusan yang cepat (quick action) dalam menentukan rotasi baru apabila ada hambatan yang terjadi di lapangan (irregularities) guna mengurai dampak keterlambatan penerbangan.
Baca juga : Anies: Tarif MRT dan LRT Nggak Mungkin Gratis
Untuk pengaturan operasional pesawat, Lion Air memiliki utilisasi 8-9 jam per hari, rata-rata enam pesawat menjalani perawatan (schedule maintenance) serta 4pesawat sebagai cadangan (stand by).
Danang juga mengklaim, Lion Air menerapkan standar operasional prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat serta hal lainnya.
Baca juga : Prabowo Nggak Berani Melucu
“Lion Air juga mengikuti prosedur yang diterapkan oleh DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara), Kementerian Perhubungan RI. Kami selalu melaksanakan budaya keselamatan (safety culture) di seluruh lini operasional penerbangan,” tandasnya.
Diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penghentian sementara (temporary grounded) pengoperasian 10 unit pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air. Penghentian ini berlaku sejak 12 Maret 2019 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.