BREAKING NEWS
 

Banjir Zaman Ahok Vs Banjir Zaman Anies, Emang Parahan Mana?

Reporter : SHAHIH QARDHAVI
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 24 Februari 2021 07:57 WIB
Warga berusaha mengevakuasi mobil saat banjir yang melanda Jakarta, Sabtu (20/2). (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta, akhir pekan kemarin, terus menjadi perdebatan panas. Bahkan, banyak pihak yang membanding-bandingkan banjir di era Anies Baswedan dengan era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Emang lebih parah mana ya?

Banjir yang terjadi Sabtu pekan lalu memang cukup besar. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir terjadi di 49 RT. Lima orang meninggal. 1.722 orang mengungsi.

Daerah yang terkena banjir antara lain Cipinang Melayu, Pasar Rebo, Pasar Minggu, Ragunan, Tebet, dan Kemang. Ketinggian air di beberapa daerah cukup parah, mencapai 2 meter. Di Kemang, saking tingginya banjir, banyak mobil hanyut terbawa arus air. Namun, daerah-daerah strategis di Ibu Kota tidak ikut kebanjiran.

Baca juga : Anies: Banyak Orang Baik Kasih Bantuan Tanpa Foto-foto

Di zaman Ahok, juga terjadi banjir besar. Tepatnya Februari 2015. Saat itu, yang terdampak cukup luas, mencapai 615 RW. Yang mengungsi juga tinggi, mencapai 41.202 orang, korban meninggal lima orang.

Banjir tersebut tidak hanya terjadi di pinggiran, tapi sampai ke jantung kota. Istana Presiden, Jalan Sudirman-Thamrin, dan Bundaran Hotel Indonesia (HI), ikut terendam. Foto-foto banjir tersebut menyebar di dunia maya.

Meski begitu, masih banyak pihak yang meminta Anies belajar pada Ahok dalam upaya mengendalikan banjir. Contohnya, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo

Baca juga : 200 RT Terdampak Banjir, Anies Prioritaskan Keselamatan Warga

“Apa yang dilakukan Ahok harus dilanjutkan. Sehingga penataan Kota Jakarta dalam mengatasi masalah banjir itu menyeluruh, tidak parsial dan tidak sifatnya politis. Kalau sifatnya politis, nggak akan selesai-selesai,” ucapnya, dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Rumah Kebudayaan Nusantara, Minggu (21/2).

Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean juga ikut membanding-bandingkan. Kata dia, Ahok menunjukkan kerja keras dalam mengatasi banjir, sehingga minim cacian. Sedangkan Anies, tak bekerja. Makanya, saat banjir datang, cacian pun datang.

Adsense

Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha ikut menyerang Anies. Dia menuding, Anies tak punya rencana menangani banjir. 

Baca juga : Musuh Anies Masih Tiarap

“Pada banjir kemarin, status pintu air di Bogor dan Depok normal. Artinya, banjir terjadi karena Mas Gubernur Anies tidak punya rencana dan cara yang jelas untuk mengatasinya," tulis Giring, di akun Instagram @giring.

Menurut vokalis band Nidji tersebut, selama tiga tahun terakhir, Anies tidak pernah serius mengatasi banjir. Dia juga menuding Anies tidak punya kapabilitas mengelola Jakarta. “Naturalisasi sungai yang selalu digembar-gemborkan Mas Anies terbukti cuma konsep di atas kertas, tidak dikerjakan di lapangan, sementara normalisasi sungai dihapuskan," lanjut Giring.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense