Sebelumnya
“Memang sejak zaman (Gubernur) Fauzi Bowo ada penggarisan, pengukuran sering tuh. Itu juga sering berubah sampai tiga kali penggarisannya. Tapi ya emang nggak ada omongan normalisasi segala macam,” ungkap Niko.
Haryanti, warga Kebon Pala, mengaku pasrah rumahnya sering kebanjiran. “Ya mau gimana lagi, sudah begini keadaannya,” ujar Haryanti.
Haryanti mengatakan, sempat ada wacana warga akan digusur, tetapi kini kabar itu tidak jelas. “Dulu ada rencana digusur, tapi enggak jadi tuh. Sekarang berhenti dan enggak ada kelanjutan,” ucap dia.
Baca juga : Pangan Harus Stabil
Menurutnya, warga di Kebon Pala selalu siaga jika ada peringatan akan datang banjir. Air dari Katulampa sampai ke Kebon Pala antara 8-9 jam, sedangkan dari Depok antara 5-6 jam.
“Jadi masih ada waktu bagi warga bersiap-siap menerima air kiriman dari Bogor maupun Depok,” ujarnya.
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengaku terbuka dengan semua masukan soal proyek rumah panggung di Kampung Melayu.
Baca juga : Kementan Bersama Brimob Siap Perkuat Pangan Nasional
“Itu kan untuk menghindari banjir. Setiap warga boleh memberikan pendapat. Silakan nanti kita diskusi terkait konsep penanganan banjir upamanya di Kebon Pala, Condet, Kalibata. Kami sangat terbuka dengan masukan,” katanya.
Riza menyatakan, semua program penanggulangan banjir bukanlah keputusan sepihak dari Pemprov DKI atau hanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
“Kami mendengarkan semua pihak dan para ahli. Dan kami diskusikan dengan DPRD, tidak ada keputusan sepihak, semua bersama DPRD,” sebutnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.