RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Lokus Babahrot menginisiasi aksi bersih sampah di Bendungan Irigasi Krueng Susoh, Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Sabtu (15/12/2025). Kegiatan yang juga diisi dengan edukasi lingkungan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan di sekitar lokasi pengabdian mereka.
Kegiatan ini didasari oleh keresahan tim TEP UGM terhadap permasalahan sampah di area publik yang dinilai belum tertangani dengan baik. Para mahasiswa juga melihat kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan, terlihat dari banyaknya sampah yang dibuang sembarangan sehingga merusak pemandangan fasilitas umum.
Salah seorang anggota TEP UGM Babahrot, Maulida, mengungkapkan keresahannya. “Saya merasa resah melihat sampah yang berserakan dimana mana, terutama di fasilitas umum seperti bendungan ini. Sebagai sarjana kehutanan yang belajar tentang lingkungan, saya merasa turut bertanggung jawab untuk berkontribusi semampu saya,” ujar Maulida.
Baca juga : Kompolnas Apresiasi Kerja Sama Polri dan KontraS Ungkap Kasus Kwitang
Ide tersebut kemudian direncanakan dalam waktu singkat. Inisiatif ini mendapat respon positif dari berbagai pihak, termasuk Dinas Perumahan, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Aceh Barat Daya.
Ketua Tim TEP UGM Babahrot, M. Chrisna Satriagasa, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia menjelaskan, walau tugas tersebut tidak termasuk dalam deskripsi kerja (tupoksi) resmi tim TEP, ia menghargai kesadaran dan dedikasi tinggi tim yang mendorong terlaksananya kegiatan baik ini.
Kegiatan yang diikuti 29 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, diawali dengan aksi bersih sempadan bendungan. Setelah sampah terkumpul, dilanjutkan dengan penghitungan total sampah terpilah. Anak-anak dari Sekolah Alam Sabiya turut meramaikan kegiatan ini.
Baca juga : Malam Ini, Persib Siap Hadapi Tekanan Selangor FC di Malaysia
Selain aksi bersih, kegiatan ini juga menjadi ajang advokasi pentingnya menjaga lingkungan. Setelah bekerja bakti, para peserta dapat menikmati makanan serta fasilitas buku keliling dari Sigupai Mambaco, sebuah komunitas pegiat literasi lokal.
Dukungan dari pemerintah setempat juga terlihat. Sekretaris Dinas Perkim LH Abdya, Dewi Marlina, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan para mahasiswa. "Kami sangat apresiatif dan mengucapkan terima kasih untuk adik-adik dari UGM yang telah membuat acara partisipan clean up day," ungkap Dewi.
Dewi, yang juga inisiator program Kampung Iklim (Proklim) di Abdya, berharap pertukaran pengetahuan dari mahasiswa UGM dapat membantu menjaga kawasan ekowisata tersebut. Lokasi bendungan diketahui berada di kawasan zona penyangga (buffer zone) Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). "Ini harus dijaga, mitigasi sampahnya terutama untuk di sungai," ujarnya.
Baca juga : PLTBg Sei Mangkei Raih Sertifikat Pengurangan Emisi dari KLH
Aksi bersih-bersih ini juga melibatkan sekolah dan komunitas literasi lokal, seperti Sekolah Alam Sabiya dan Sigupai Mambaco.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.