RM.id Rakyat Merdeka - Kredit Pintar bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar program edukasi keuangan Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi di Universitas Islam Malang (Unisma), Malang, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan mahasiswa agar lebih bijak memanfaatkan layanan keuangan digital, termasuk pinjaman daring.
Program tersebut digelar di tengah tingginya penggunaan layanan keuangan digital yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, risiko, dan konsekuensinya.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia telah melampaui 80 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan masih berada di kisaran 60-70 persen. Kondisi ini menunjukkan masyarakat semakin akrab menggunakan produk keuangan, namun belum sepenuhnya memahami cara memanfaatkannya secara tepat.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat layanan pinjaman daring terus tumbuh dengan jumlah rekening penerima pinjaman mencapai puluhan juta akun. Sementara Satgas PASTI masih menemukan ribuan entitas pinjaman online ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.
Baca juga : Melihat Peran PT Oktasan Baruna Persada Jaga Keandalan Listrik Nasional
Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, mengatakan mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat.
"Di tengah berbagai tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa, pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal besar atau kecilnya uang saku, melainkan bagaimana mengalokasikannya secara tepat. Melalui kegiatan ini, kami mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih sejahtera," ujar Puji.
Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan metode pengelolaan keuangan 50/30/20, yakni mengalokasikan 50 persen pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan maupun investasi.
Mahasiswa juga diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan diri mengevaluasi setiap pengeluaran agar memberikan manfaat jangka panjang, bukan sekadar kepuasan sesaat.
Baca juga : Wapres Janji Perbaiki Berbagai Kekurangan
Selain itu, peserta mendapat pemahaman mengenai penggunaan pinjaman daring secara bertanggung jawab. Menurut Kredit Pintar, pinjaman digital dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif seperti pembiayaan pendidikan, pengembangan usaha kecil, maupun peningkatan keterampilan.
Namun, mahasiswa juga diingatkan mengenai berbagai risiko penggunaan pinjaman daring, seperti beban bunga, potensi utang berlebih (over-indebtedness), hingga penyalahgunaan data pribadi apabila menggunakan layanan ilegal. Karena itu, masyarakat diminta memastikan layanan yang digunakan telah berizin dan diawasi OJK.
"Kebiasaan finansial yang baik bukan berarti menahan diri dari segala pengeluaran, tetapi mengatur prioritas secara cerdas. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi masa depan finansial seseorang. Sebagai teman bertumbuh, Kredit Pintar berkomitmen mendukung perjalanan finansial generasi muda Indonesia," kata Puji.
Kredit Pintar mencatat sepanjang 2025 telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total penyaluran pinjaman perusahaan telah melampaui Rp64 triliun.
Baca juga : Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa, Janji Perbaiki Kekurangan Program Pemerintah
Perusahaan yang berada di bawah Atome Financial tersebut juga telah diunduh lebih dari 36 juta kali dan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi keuangan melalui program edukasi berkelanjutan.
Melalui program Pindar Mengajar, Kredit Pintar berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga mampu memahami risiko, mengelola keuangan secara bijak, serta memanfaatkan peluang finansial untuk membangun masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.