Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Melihat Peran PT Oktasan Baruna Persada Jaga Keandalan Listrik Nasional
Jumat, 19 Juni 2026 09:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah target pertumbuhan ekonomi nasional, keandalan pasokan listrik menjadi jangkar utama bagi sektor industri, bisnis, hingga pemukiman warga. Data Kementerian ESDM dan PLN mengonfirmasi, lebih dari 60 persen pembangkit listrik di Indonesia masih bertumpu pada batu bara sebagai sumber energi primer. Tingginya angka ketergantungan ini menuntut jaminan kelancaran distribusi logistik yang bebas hambatan.
Melihat krusialnya peran komoditas strategis ini, pengelolaan rantai pasok dari hulu ke hilir menuntut presisi tingkat tinggi agar tidak terjadi interupsi pasokan. Di sinilah peran penting PT Oktasan Baruna Persada sebagai mitra strategis bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi untuk memastikan setiap ton batu bara terdistribusi secara tepat waktu ke berbagai pembangkit listrik nasional.
"Kami sadar betul bahwa sektor energi adalah tulang punggung perekonomian nasional. Ada banyak orang dari pelaku usaha hingga masyarakat umum yang menggantungkan hajat hidupnya ke performa kami," ujar Direktur PT Oktasan Baruna Persada, Tomi Hadi.
Baca juga : Liburan dan Tahun Ajaran Baru Bersamaan, Begini Atur Keuangan
Karena itu, lanjutnya, PT Oktasan terus bekerja keras dan berinovasi dengan prinsip continuous improvement. "Hari ini harus lebih baik dari kemarin baik dari segi kualitas SDM, kekuatan teknologi hingga penerapan GCG dan aspek strategis lainnya," ungkap Tomi.
Mengurai Titik Kritis Pengangkutan Komoditas Strategis
Mengamankan jalur distribusi batu bara dari mulut tambang hingga masuk ke sistem pembakaran pembangkit melibatkan rantai pasok hulu-ke-hilir yang sangat kompleks. Proses ini mencakup manajemen wilayah tambang, transportasi darat, penanganan di pelabuhan muat, hingga ketepatan rute pelayaran niaga menuju pelabuhan bongkar.
Guna memitigasi risiko keterlambatan pengiriman, pelaku industri logistik seperti PT Oktasan Baruna Persada mulai mengadopsi standarisasi armada modern dan pemantauan berbasis teknologi terkini. Langkah ini penting untuk memastikan ritme pasokan tetap terjaga, mengingat rantai pasok komoditas energi tidak mengenal ruang untuk terjadinya kesalahan demi menjaga stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air.
Baca juga : Yulisman: Kenaikan Pertamax untuk Jaga Energi Nasional
PT Oktasan Baruna Persada dalam beberapa tahun terakhir telah secara serius menjahit sistem operasionalnya dengan berbagai inovasi mutakhir yang ada di industri dengan melibatkan SDM-SDM yang teruji di bidangnya.
Urgensi Penerapan GCG di Sektor Energi
Ketatnya pengawasan terhadap industri ekstraktif saat ini menuntut seluruh ekosistem pendukung untuk memperketat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Kepatuhan terhadap regulasi serta aspek integritas bisnis kini menjadi indikator utama kepatuhan sebuah korporasi.
Transformasi ke arah operasional yang lebih patuh hukum menjadi standar baru yang diimplementasikan oleh para mitra strategis BUMN, termasuk PT Oktasan Baruna Persada. Melalui integrasi SDM yang tersertifikasi dan adopsi kekuatan data dan teknologi, penguatan aspek kepatuhan ini diharapkan tidak hanya mendukung efisiensi bisnis, tetapi juga berkontribusi jangka panjang pada penguatan ketahanan energi nasional dan pada gilirannya, kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya