BREAKING NEWS
 

UI Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Di Rusunawa KS Tubun

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 25 Juni 2026 21:30 WIB
DPIS Universitas Indonesia bersama KIC FISIP UI, Ink & Talk Community, dan Karang Taruna mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis komunitas di Rusunawa KS Tubun, Jakarta Barat. Dok. UI

RM.id  Rakyat Merdeka - irektorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia (UI) mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis komunitas di Rusunawa KS Tubun, Jakarta Barat. Program ini dijalankan bersama Korea-Indonesia Connection (KIC) FISIP UI, Ink & Talk Community, dan Karang Taruna Rusunawa KS Tubun.

Program tersebut merupakan respons atas tantangan pengelolaan sampah di hunian vertikal. Mengingat, sampah rumah tangga masih banyak dibuang tanpa pemilahan. Juga, partisipasi warga dalam pengelolaan sampah masih terbatas.

Ketua program, Getar Hati mengatakan inisiatif ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Program ini menyatukan peneliti, masyarakat, pengelola perumahan dan mitra internasional dari Korea Selatan untuk mendorong lingkungan perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata Getar Hati, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Menurut Getar, Korea Selatan dipilih sebagai rujukan. Sebab, negeri K-Pop itu telah memiliki sistem pengelolaan sampah di hunian vertikal yang lebih mapan. Sehingga, dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga : Martina Berto Targetkan Penjualan 24,98 Persen Di 2026 Dukung Keberlanjutan

Berdasarkan hasil asesmen awal, warga Rusunawa KS Tubun telah memiliki akses layanan pengangkutan sampah harian dan lokasi pembuangan yang ditentukan. Namun, belum terdapat aturan komunitas yang mengatur pengelolaan sampah maupun sistem pemilahan sampah rumah tangga yang berjalan secara menyeluruh.

Meski demikian, program menemukan adanya kohesi sosial yang kuat di lingkungan rusun serta partisipasi aktif warga dalam berbagai kegiatan bersama. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Melalui program ini, Karang Taruna dilibatkan sebagai agen perubahan untuk mendorong praktik pengelolaan sampah berkelanjutan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

Adsense

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi talkshow mengenai sistem pengelolaan sampah Korea Selatan, pelatihan bahasa Inggris dan bahasa Korea dasar, pengembangan jejaring internasional, hingga penyusunan sistem pengelolaan sampah hunian vertikal.

Peserta yang mayoritas merupakan pemuda Rusunawa KS Tubun juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta keterampilan bahasa asing untuk mendukung kolaborasi internasional.

Baca juga : BSI Pastikan Persiapan Operasional Cabang Di Arab Saudi Makin Matang

Sekretaris KIC FISIP UI, Intan Syafira Gustia turut memberikan pelatihan bahasa Korea dasar. Tujuannya untuk memperkuat kemampuan komunikasi peserta dalam berinteraksi dengan mahasiswa Korea Selatan.

Program ini juga melibatkan sejumlah mahasiswa dari universitas di Korea Selatan. Antara lain Seong Jae Lee dari Busan University of Foreign Studies, Jiwon Jung dari Hankuk University of Foreign Studies, Eunsoo Shin dari Chung-Ang University, dan Chaewon Shin dari Seoul National University.

Selain kegiatan edukasi, warga mengikuti lokakarya pengolahan sampah organik dan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF). Melalui kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada metode pengolahan sampah organik menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, warga didorong untuk mengadopsi praktik pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkuat fondasi sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas,” ujar Getar Hati.

Setelah tahap implementasi, program dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku warga terkait pengelolaan sampah, sekaligus menilai keberlanjutan sistem yang telah diperkenalkan.

Baca juga : Golkar Yakin Harga BBM Segera Turun

DPIS UI berharap hasil program ini dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat direplikasi di kawasan permukiman lain. Utamanya hunian vertikal di Jakarta.

“Dengan menggabungkan keterlibatan masyarakat lokal dan pertukaran pengetahuan internasional, inisiatif ini menunjukkan bagaimana kemitraan global dapat menghasilkan solusi praktis bagi tantangan lingkungan perkotaan,” sambung keterangan DPIS UI.

Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Internasional Universitas Indonesia yang didukung Program Enhancing Quality Education for International Impacts and Recognition (EQUITY), serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Utamanya SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense