Dark/Light Mode

Kenaikan Pertamax Realistis

Golkar Yakin Harga BBM Segera Turun

Minggu, 14 Juni 2026 20:24 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menerangkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah melakukan pembenahan besar-besaran di sektor energi, khususnya perminyakan. Karena itu, dia meyakini harga Pertamax berpeluang kembali turun apabila berbagai faktor yang memicu kenaikan harga berhasil diatasi.

“Pak Bahlil mengambil berbagai kebijakan di bidang perminyakan, pengelolaan energi, hilirisasi, hingga menjamin ketersediaan gas. Termasuk melakukan lobi-lobi melalui berbagai kunjungan luar negeri. Jika faktor-faktor tersebut sudah bisa diatasi, harga pasti akan turun lagi,” ujar Idrus, di Kantor DPD Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Ia mengatakan, keputusan Pemerintah menyesuaikan harga Pertamax memang bukan kebijakan yang populer. Namun, langkah tersebut jadi pilihan paling realistis di tengah tekanan kondisi global yang memengaruhi sektor energi nasional.

Baca juga : Akademisi Nilai Kenaikan Pertamax Realistis, Minta Layanan Ikut Ditingkatkan

Selain menyoroti kebijakan energi, Idrus juga menepis kekhawatiran sebagian pihak yang menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menerapkan gaya kepemimpinan represif ala militer. Mantan Menteri Sosial ini memiliki pengalaman panjang bekerja bersama dengan Prabowo sejak 2014. Berdasarkan pengalamannya, Idrus menyebut, Prabowo merupakan sosok yang terbuka terhadap kritik selama disampaikan secara rasional dan konstruktif.

“Saya menjadi saksi karena pernah memimpin koalisi bersama Pak Prabowo ketika beliau belum memiliki kekuasaan. Beliau tidak anti-kritik. Kalau ada persoalan, kita bisa mengkritik dan berdialog. Apa dasarnya, bagaimana konstruksinya, seperti apa narasinya, semua dibahas bersama. Ada diskusi dan perdebatan konsep,” kata Idrus.

Ia menegaskan, visi besar Prabowo adalah membangun masyarakat yang bergerak atas dasar kesadaran kolektif untuk memajukan bangsa, bukan karena tekanan ataupun paksaan.

Baca juga : Redam Dampak Kenaikan Pertamax, Ekonom Dorong Pemerintah Salurkan Bansos Tunai

Dari pihak Pemerintah, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menjelaskan, harga Pertamax (BBM RON 92) di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan harga BBM dengan spesifikasi serupa di sejumlah negara lain. Teddy menjelaskan, harga BBM RON 92 di Filipina mencapai Rp 22.158 per liter, Thailand Rp 28.910 per liter, Myanmar Rp 25.085 per liter, Laos Rp 31.945 per liter, dan Singapura sekitar Rp 42.971 per liter.

“Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan BBM RON 92 atau RON 95 di negara lain,” terang Teddy, di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Teddy menegaskan, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi sehingga harganya mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Harga minyak global telah melonjak sejak Maret 2026, tetapi Pemerintah telah menahan kenaikan harga Pertamax selama beberapa bulan terakhir.

Baca juga : Harga BBM & Elpiji Subsidi Untuk Rakyat Kecil Tidak Naik

Untuk harga BBM subsidi, Pemerintah memastikan tetap tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dijual Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi tetap Rp 6.800 per liter.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.