Dark/Light Mode

Dari Pengelola Sampah Hingga Analis Karbon

Ekonomi Hijau Lahir kanJutaan Lapangan Kerja

Selasa, 2 Juni 2026 06:55 WIB
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat. Foto: kemenlh
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat. Foto: kemenlh

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi ekonomi hijau diproyeksikan melahirkan jutaan lapangan kerja baru yang menjanjikan, sekaligus memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Salah satu dampak yang paling menjanjikan adalah lahirnya jutaan lapangan kerja baru berbasis keberlanjutan lingkungan atau green jobs di berbagai sektor.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat mengatakan, kebutuhan terhadap profesi berbasis keberlanjutan lingkungan akan terus meningkat seiring percepatan transformasi ekonomi hijau di Indonesia.

Profesi seperti ahli energi terbarukan, pengelola sampah modern, insinyur lingkungan, peneliti biodiversitas, perencana kota hijau, analis karbon (carbon analyst), spesialis ekonomi sirkular (circular economy specialist), hingga wirausaha hijau, diperkirakan akan semakin banyak dibutuhkan.

Menurut Jumhur, tingginya permintaan tenaga kerja berbasis lingkungan sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Kedatangan Jokowi Sudah Dinantikan Warga Lampung

Karena itu, transformasi ekonomi hijau diyakini akan menciptakan lapangan kerja yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Kita juga akan memastikan bahwa green jobs merupakan pekerjaan yang layak, memberikan perlindungan tenaga kerja, kesejahteraan dan kesempatan yang adil bagi masyarakat. Masa depan ekonomi dunia tidak hanya digital, tetapi juga hijau. Future jobs are green jobs,” ujar Jumhur dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).

Mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) itu mengajak generasi muda mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan hidup sekaligus mendukung transformasi ekonomi hijau.

Menurut dia, Generasi Z tidak hanya diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi dan solusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Gen Z adalah generasi solusi. Tugas kita sekarang adalah mengubah kepedulian itu menjadi aksi nyata. Dari sekadar awareness menjadi movement, dari kepedulian menjadi inovasi dan dari diskusi menjadi solusi,” katanya.

Baca juga : Gerindra Puji Layanan Haji 2026

Jumhur juga menyoroti posisi strategis Indonesia dalam agenda lingkungan global.

Dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove yang luas, kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, serta garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan global.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjaga hutan, melindungi lahan gambut dan mangrove, mengelola sampah, menjaga sungai, melindungi laut, serta mengembangkan ekonomi sirkular akan memberikan kontribusi besar bagi masa depan bumi. Upaya tersebut sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai profesi baru yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari transformasi ekonomi hijau, Pemerintah menargetkan 100 persen sampah dapat terkelola pada 2029 melalui penguatan ekonomi sirkular dan perbaikan tata kelola material.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai teknologi pengolahan sampah, seperti Refuse Derived Fuel (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hingga teknologi pirolisis terus didorong agar sampah dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi.

Baca juga : ASDP Patok Layanan Lebih Tertib & Modern

Menurutnya, jika Indonesia berhasil menjaga hutannya, melindungi gambut dan mangrove, mengelola sampah, menjaga sungai, melindungi laut dan membangun ekonomi sirkular, maka Indonesia bukan hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi masa depan bumi. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 2 Juni 2026 dengan judul "Dari Pengelola Sampah Hingga Analis Karbon Ekonomi Hijau Lahir kanJutaan Lapangan Kerja"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.