BREAKING NEWS
 

UNJ Uji Coba Aplikasi PARAS, Perluas Akses Kerja Perias Pemula

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 7 Agustus 2026 15:07 WIB
Peserta mengikuti uji coba aplikasi PARAS (Platform Perias Nusantara) berbasis web dan Android yang dikembangkan tim peneliti Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ di Garut, Jawa Barat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim peneliti Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar uji coba terbatas aplikasi PARAS (Platform Perias Nusantara) pada 6–7 Agustus 2026 di Garut, Jawa Barat. Aplikasi berbasis web dan Android tersebut dikembangkan untuk memperluas akses kerja lulusan kursus tata rias pengantin sekaligus meningkatkan kemandirian finansial lembaga kursus.

Pengembangan aplikasi PARAS merupakan bagian dari penelitian pengembangan produk prototipe yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ.

Ketua Tim Peneliti, Retno Dwi Lestari, M.Pd., menjelaskan aplikasi ini dirancang sebagai platform digital yang menghubungkan lulusan lembaga kursus tata rias dengan dunia kerja melalui sistem yang lebih terintegrasi.

Sebelumnya, aplikasi tersebut direncanakan menggunakan nama ARUNA (Alumni Rias Pengantin Nusantara). Namun, nama itu diubah menjadi PARAS karena telah banyak digunakan oleh platform lain. Selain berarti wajah atau rupa, PARAS juga merupakan singkatan dari Platform Perias Nusantara.

Baca juga : BTN dan Undip Luncurkan KTM Co-Branding

Sebelum uji coba dilakukan, tim peneliti menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 19 April 2026 dengan mengundang para ketua lembaga kursus keterampilan tata rias di Garut. Kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan kebutuhan pengguna dengan fitur yang dikembangkan sekaligus menghimpun masukan terkait pengelolaan alumni dan penyaluran lulusan ke dunia kerja.

Uji coba terbatas diikuti 20 peserta yang terdiri atas 14 alumni perias, tiga ketua lembaga kursus keterampilan tata rias, serta tiga operator lembaga kursus.

Para peserta mencoba berbagai fitur pada aplikasi berbasis web maupun Android, mulai dari registrasi akun, pengisian profil, unggah portofolio, hingga pencarian lowongan kerja.

Adsense

Dari hasil uji coba, tim peneliti menemukan sejumlah kendala teknis yang akan menjadi bahan penyempurnaan aplikasi.

Baca juga : Separuh Mahasiswa Baru FEB UGM Dapat Subsidi UKT, Ada Yang Gratis 100 Persen

Pada platform web, foto yang diunggah saat pendaftaran belum dapat ditampilkan kembali dan belum tersedia indikator status unggahan. Selain itu, fitur pendaftaran bagi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai mitra platform juga belum tersedia.

Sementara pada aplikasi Android, masih ditemukan kendala pada sistem basis data. Beberapa peserta yang didaftarkan oleh LKP tidak dapat masuk menggunakan akun yang telah dibuat, sedangkan peserta yang mendaftar secara mandiri hanya dapat masuk pada percobaan pertama dan mengalami kendala saat login berikutnya.

Kegiatan uji coba juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat UNJ, yakni Radja Angga Saputra dan Dafa Fajar Insani. Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari penguatan pengalaman riset dalam bidang teknologi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain Retno Dwi Lestari, tim peneliti beranggotakan Drs. Sri Kuswantono, M.Si., Dr. Elais Retnowati, M.Si., serta Fera Kuraysia, M.Si.

Baca juga : Ketika Media Sosial Menjadi Pengadilan Banding

Pengembangan aplikasi PARAS juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan vokasi, serta tujuan kedelapan mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui perluasan akses kerja dan peluang wirausaha bagi lulusan kursus tata rias.

Berdasarkan hasil uji coba terbatas tersebut, tim peneliti akan menyempurnakan kedua platform dengan fokus pada perbaikan sistem registrasi dan autentikasi pengguna, penambahan fitur pendaftaran LKP, penyempurnaan tampilan aplikasi web, serta optimalisasi performa aplikasi Android.

Setelah proses penyempurnaan selesai, aplikasi PARAS akan memasuki tahap uji coba yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak peserta serta mitra industri.

Melalui pengembangan platform ini, UNJ berharap lembaga kursus tata rias di Jawa Barat semakin mandiri secara finansial, lulusan memperoleh akses kerja yang lebih luas, serta industri jasa pernikahan mendapatkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense