Dark/Light Mode

Mahasiswa KKN FIKOM UP Edukasi Bahaya Penggunaan Gadget Berlebihan pada Anak

Senin, 27 Juli 2026 15:04 WIB
Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasilan. (Foto: Dok. Mahasiswa KKN)
Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasilan. (Foto: Dok. Mahasiswa KKN)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila (FIKOM UP) menyelenggarakan Talk Show "Bahaya Penggunaan Gadget Berlebih pada Anak" bersama warga RW 02 Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan KKN yang bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya para orang tua, agar mampu mendampingi anak menggunakan teknologi secara sehat dan seimbang.

Talk show menghadirkan psikolog Dina Guntari, S.Psi. sebagai narasumber. Kegiatan turut dihadiri Ketua RW 02 Desa Bantarjaya, H. Muhlisin, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program KKN Kelompok 13.

Dalam pemaparannya, Dina Guntari menjelaskan bahwa gadget telah menjadi bagian dari kehidupan anak di era digital dan dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat, sesuai usia, kebutuhan, serta tahap perkembangan anak. Sebaliknya, penggunaan gadget secara berlebihan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap perkembangan kognitif, emosional, sosial, maupun fisik anak.

Baca juga : Paramadina Edukasi Bahaya Judol, Dorong Ketahanan Finansial Keluarga

Beberapa dampak yang disampaikan antara lain menurunnya kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi sosial, terganggunya kesehatan mata, perubahan postur tubuh, menurunnya kualitas tidur, hingga berkurangnya aktivitas fisik anak akibat terlalu lama berada di depan layar.

Selain menjelaskan dampak penggunaan gadget, narasumber juga menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendamping utama dalam proses tumbuh kembang anak di era digital. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka mengenai penggunaan teknologi, menetapkan batas waktu penggunaan (screen time), memilih konten yang sesuai dengan usia anak, serta menerapkan aturan penggunaan gadget secara konsisten di lingkungan keluarga. Orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam menggunakan perangkat digital secara bijak.

Sebagai bagian dari edukasi, peserta diajak mengenali berbagai aktivitas alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget. Aktivitas seperti bermain permainan tradisional, membaca buku, menggambar, berolahraga, bermain di luar rumah, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi sosial anak.

Baca juga : Keterbatasan Fiskal, Yuke Yakin Pembangunan Jakarta Tetap Berjalan Pada 2027

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.

Salah seorang peserta, Ibu Susi, warga RT 03 RW 02 yang juga merupakan kader Posyandu dan pengurus kegiatan persampahan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai pola pengasuhan di era digital. Senada dengan itu, Ibu Dede, anggota sekaligus pengurus dana sosial RW 02, menilai kegiatan tersebut memberikan bekal penting bagi para orang tua

Ketua RW 02 Desa Bantarjaya, H. Muhlisin, turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Universitas Pancasila dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas Pancasila, khususnya Kelompok 13. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga para orang tua.

Baca juga : Pakar Hukum Bahas Penerapan Pasal Berlapis dalam Perkara Eks Jampidsus

Ketua Kelompok 13 KKN FIKOM UP, Alif Pratama Putra, menyampaikan, melalui talk show tersebut, pihaknya ingin mengajak para orang tua untuk tidak memandang gadget sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif. Ia menegaskan, yang terpenting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan secara bijak melalui pendampingan, komunikasi yang baik, aturan yang jelas, dan keseimbangan antara aktivitas digital dengan aktivitas di dunia nyata.

Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga orang tua mampu membangun pola asuh digital yang lebih sehat serta mendorong anak untuk tetap aktif melakukan kegiatan non-digital seperti bermain, membaca, berolahraga, dan berinteraksi dengan keluarga maupun teman sebaya.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 13 KKN FIKOM Universitas Pancasila berharap masyarakat semakin memahami manfaat dan risiko penggunaan gadget pada anak, serta memiliki strategi yang tepat dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi. Edukasi ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi dalam keluarga sekaligus mendorong terciptanya pola asuh digital yang lebih positif, sehat, dan berkelanjutan.

Talk show ini merupakan bagian dari rangkaian program unggulan KKN Kelompok 13 yang mengusung tema "Membangun Desa Cerdas: Meningkatkan Pemahaman dan Pemanfaatan Teknologi Digital yang Lebih Maju." Melalui berbagai kegiatan edukatif bersama masyarakat, mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasila berkomitmen untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin cakap digital serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana demi mendukung kualitas kehidupan keluarga dan pembangunan desa.

MUHAMAD ROSIT
MUHAMAD ROSIT
Dosen Universitas Pancasila

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.