BREAKING NEWS
 

Mahasiswa IPB University Ubah Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hidrogel

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Senin, 10 Agustus 2026 14:18 WIB
Tim KKN-T Inovasi IPB University Kelompok CianjurKab 08 2026 dalam sosialisasi ke masyarakat. (Foto: Dok. Tim KKN -T Inovasi IPB University)

RM.id  Rakyat Merdeka -
Tim KKN-T Inovasi IPB University Kelompok CianjurKab08 2026 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Persoalan sampah rumah tangga di kawasan pedesaan tidak hanya berasal dari plastik atau sisa makanan. Di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, salah satu jenis limbah yang selama ini luput dari perhatian justru datang dari kamar bayi: popok sekali pakai.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-T Inovasi) Kelompok CianjurKab08 menghadirkan program "Inovasi SULAP (Solusi Ulang Limbah Popok)", upaya mengubah limbah popok bekas menjadi media tanam hidrogel dan pot estetik yang bernilai guna.

 

Kepala Desa Gunungsari Kabupaten Cianjur Ade Sadili, S. Pd.I, M.Si. (Foto: Dok. Tim KKN-T Inovasi iPB University)

Kepala Desa Gunungsari Ade Sadili menjelaskan, bahwa limbah popok bayi menjadi salah satu persoalan lingkungan yang serius di wilayahnya.

Baca juga : Kepastian Produksi Tambang Jadi Kunci Penerimaan Negara

"Jumlah popok bayi sudah sangat banyak dan pemusnahannya sangat sulit. Masyarakat yang memiliki bayi, setelah popoknya dipakai, biasanya langsung dibuang begitu saja ke hutan dan sungai, dan itu menjadi masalah," ujar Ade Dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Popok sekali pakai sulit terurai karena mengandung inti Super Absorbent Polymer (SAP) yang menurut penelitian dapat menyerap air hingga 1.000 kali bobot keringnya melalui ikatan hidrogen (Pasaribu et al. 2020).

Hidrogel semacam ini umumnya dikenal mampu menahan kelembapan tanah lebih lama sehingga berpotensi mengurangi frekuensi penyiraman.

Adsense

Melalui SULAP, gel dari popok bekas dipilah dan dibersihkan, lalu dicampur larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) — dibuat dari fermentasi nasi basi dan gula merah selama 5–7 hari — dan difermentasi kembali selama 7 hari.

Campuran ini kemudian dipadukan dengan tanah humus berperbandingan 2:1, didiamkan 10–14 hari tanpa disiram, hingga siap menjadi media tanam. Sementara itu, serat popok yang telah dibersihkan diolah bersama semen menjadi pot estetik.

Baca juga : Teken MoU, Bank Mandiri Taspen dan IPB University Perkuat Literasi Keuangan

 

Sosialisasi langsung ke warga desa. (Foto: Tim KKM-T Inovasi IPB University)

 

Sosialisasi dan praktik langsung dilaksanakan di Aula GOR Kantor Desa Gunungsari, diikuti warga Dusun Gunungsari dan Dusun Ciawitali serta anggota Posyandu, dengan dukungan perangkat desa.

Menurut evaluasi tim pelaksana, peserta menyatakan memahami manfaat daur ulang popok setelah mengikuti pelatihan, dan pot yang dihasilkan dinilai tim cukup kokoh saat pertama dibuat, meski belum melalui pengujian ketahanan jangka panjang.

Antusiasme warga terlihat dari diskusi aktif, termasuk potensi produk ini dikembangkan menjadi usaha rumahan, meski sebagian peserta sempat ragu terhadap keamanan hasil olahan sebelum diyakinkan lewat demonstrasi bertahap dan sesi tanya jawab.

Baca juga : Mas Dar Ubah Istilah Kejadian Menonjol Menjadi Kejadian Fatal

Program ini bukan solusi pengolahan sampah popok secara massal, melainkan media edukasi untuk mengubah cara pandang masyarakat bahwa limbah popok bisa bermanfaat.

Ke depan, produk SULAP diharapkan menjadi media edukasi pada kegiatan Posyandu, dan konsep pengolahannya berpotensi dikembangkan bersama TPS 3R Desa Gunungsari, sejalan dengan SDGs 11, 12, dan 13.

"Mudah-mudahan ke depannya masyarakat tidak membuang popok bayinya begitu saja, melainkan diolah supaya bermanfaat dan tidak berserakan di mana saja," harap Ade.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense