Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Kepastian produksi di sektor pertambangan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kontribusi industri mineral dan batu bara terhadap penerimaan negara sekaligus mendukung penguatan hilirisasi dan kemandirian ekonomi nasional.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan, peningkatan investasi dan keberlanjutan produksi di sektor pertambangan masih perlu terus diperkuat karena sektor tersebut memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui dividen, pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan royalti.
“Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia,” kata Eddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurut dia, kepastian regulasi dan operasional menjadi modal penting untuk menjaga iklim investasi sehingga sektor pertambangan mampu terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui program hilirisasi.
Baca juga : Wartawan Rakyat Merdeka Fazry Raih Runner Up 2 MIND Journey Vol. III
Kontribusi sektor pertambangan terhadap negara tercermin dari kinerja Holding Industri Pertambangan MIND ID pada tahun buku 2025. Sebagai induk holding, MIND ID menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp12,6 triliun yang berasal dari kinerja enam anggota holding, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Freeport Indonesia.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan kontribusi perusahaan kepada negara berasal dari berbagai instrumen penerimaan, tidak hanya dividen.
Ia menyebutkan, pada 2026 Freeport Indonesia memperkirakan mampu memberikan kontribusi sekitar 2,6 miliar dolar AS kepada negara, yang terdiri atas dividen sekitar 1,1 miliar dolar AS, pajak sekitar 1 miliar dolar AS, dan royalti sekitar 500 juta dolar AS.
“Struktur penerimaan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan produksi dan investasi di sektor pertambangan memiliki dampak langsung terhadap besarnya kontribusi yang diterima negara, baik melalui dividen, pajak, maupun royalti,” ujar Tony.
Baca juga : MIND ID Pertahankan 90 Persen Pemasok Lokal demi Kedaulatan Ekonomi
Selain dividen, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam MIND ID juga menjadi kontributor utama penerimaan negara dari sektor mineral dan batu bara melalui pembayaran royalti dan PNBP sesuai ketentuan yang berlaku.
PT Bukit Asam tercatat menjadi salah satu penyumbang utama royalti batu bara, sementara ANTAM, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi melalui royalti komoditas nikel, timah, tembaga, dan emas.
Besarnya kontribusi fiskal tersebut dinilai menunjukkan peran strategis Grup MIND ID dalam menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional.
Kontribusi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, serta memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.
Baca juga : Menkeu Paparkan Kinerja APBN Semester I 2026
Dalam upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, kepastian produksi dan keberlanjutan investasi di sektor pertambangan dinilai menjadi fondasi penting agar pengelolaan sumber daya alam nasional terus menghasilkan nilai tambah dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya