Sebelumnya
Apa tanggapan Ganjar? “Nggak ada urusannya, ini UMP. Opo?” jawab Ganjar di sela acara Borobudur Marathon 2021 di Taman Lumbini Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, kemarin.
Ganjar kemudian tak bicara lagi soal hal itu. Dia memilih membahas soal acara balap lari di Borobudur. Jawaban ini sama seperti sebelumnya ketika disinggung soal elektabilitasnya yang tinggi sebagai capres. “Saya lagi fokus urus Covid-19 dan masyarakat yang terdampak ekonominya,” jawabnya.
Baca juga : Menpora Sosialisasi Perpres DBON Di Jawa Timur
Kalau Ganjar menghindar, beda dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Meskipun dalam sejumlah survei namanya tak sementereng Ganjar, Emil-sapaannya, tidak segan-segan menyatakan kesiapannya maju di Pilpres 2024. Bahkan, Emil membeberkan kalau dalam waktu dekat, akan bergabung menjadi kader partai politik.
Kenapa Ganjar terkesan tertutup dibanding Emil? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, posisi Ganjar sebagai kader PDIP yang jadi alasan. “Karena ia kader PDIP yang menganut sistem hierarkis. Sebagai kader biasa, tidak boleh mendahului keputusan ketua umum. Itulah mengapa ia belum konfirm sebagaimana Ridwan Kamil,” kata Dedi saat dihubungi, tadi malam.
Baca juga : Makin Ditekan, Elektabilitas Ganjar Malah Makin Nanjak
Di internal PDIP sendiri, kata dia, Ganjar memiliki batu sandungan untuk mendapatkan tiket nyapres. Ganjalan Ganjar itu yakni Puan Maharani, putri mahkota dari Megawati Soekarnoputri. Bahkan di tingkat elit PDIP, mayoritas kader Banteng lebih pro kepada Puan, ketimbang Ganjar.
“Ini jelas berimbas pada kepercayaan diri Ganjar. Sekaligus menyadarkan Gubernur Jateng itu agar kembali pada posisinya sebagai petugas parpol dalam mengemban amanah gubernur,” urai Dedi.
Baca juga : Survei DTS: Prabowo Capres Paling Dikenal, Ganjar Elektabilitas Tertinggi
Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menilai, Ganjar tidak bisa dibandingkan dengan Emil. Karena keterikatan partai, Gubernur Jawa Barat itu lebih bebas karena tidak terikat aturan partai. Di luar itu, Qodari menyebut, PDIP baru akan mengambil keputusan dekat dengan masa pendaftaran. “Misalnya, Agustus 2023. Mungkin 2 atau 3 bulan sebelumnya, baru ngumumin. Bahkan bisa satu bulan atau beberapa minggu sebelumnya. Seperti yang sudah-sudah,” tuturnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.